Dampak El Nino, BMKG Sebut Kemarau di Bangkalan dan Sampang Lebih Kering
Redaksi - Monday, 06 April 2026 | 07:15 AM


salsabilafm.com — Potensi fenomena El Nino diperkirakan bakal berdampak pada kondisi musim kemarau di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Pada tahun 2026 ini, cuaca diprediksi akan terasa lebih kering dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Observer Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Trunojoyo Madura, Radibyo Trihastyo mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan adanya kecenderungan kemunculan El Nino. Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik karena skalanya belum masuk kategori ekstrem.
"Namun intensitasnya masih dalam kategori lemah hingga sedang dan belum mengarah pada kondisi kondisi ekstrem," ujar Radibyo, Senin (6/4/2026).
Radibyo menjelaskan, salah satu dampak nyata dari fenomena ini adalah musim kemarau yang terasa lebih gersang. Selain itu, bakal terjadi peningkatan suhu udara serta risiko kekeringan yang lebih tinggi di sejumlah titik.
"Juga terdapat potensi risiko terjadinya karhutla," kata dia.
Dampak El Nino ini diprediksi juga akan menyasar wilayah Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Namun, Radibyo menyebutkan, efek kering yang ditimbulkan diperkirakan tidak akan menghantam seluruh wilayah secara bersamaan.
"Untuk Bangkalan dan Sampang terdapat potensi dampak yaitu kondisi lebih kering. Namun, tidak merata dan tidak pasti. Karena sampai saat ini El Nino masih kategori moderate," jelas dia.
Adapun awal musim kemarau di wilayah Bangkalan-Sampang diperkirakan baru akan dimulai pada awal bulan Mei mendatang. Hingga saat ini, kondisi cuaca di Madura masih berada dalam masa transisi atau pancaroba.
Dalam beberapa hari ke depan, BMKG memprakirakan cuaca di Pulau Garam umumnya masih berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan masih mungkin terjadi, terutama pada waktu sore hingga malam hari.
"Kondisi ini masih dipengaruhi oleh masa peralihan musim. Sehingga cuaca cenderung dinamis dan hujan bisa terjadi secara lokal dan tiba-tiba," ungkap Radibyo.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan lokal yang datang mendadak. Fenomena ini biasanya disertai dengan kemunculan petir dan angin kencang dalam durasi yang singkat.
"Selain itu, pada siang hari cuaca juga bisa terasa cukup panas, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat," pungkas Radibyo. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
13 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
13 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
15 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
15 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
15 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
15 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
15 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago





