BPBD Prediksi Desa Terdampak Kekeringan di Pamekasan Bertambah
Redaksi - Tuesday, 07 July 2026 | 08:43 AM


salsabilafm.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mencatat sebanyak 11 dari 13 kecamatan telah mengirimkan data awal wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau 2026.
Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan memperkirakan jumlah desa terdampak masih berpotensi bertambah setelah proses verifikasi lapangan selesai dilakukan. Dia mengatakan, hingga saat ini masih ada satu kecamatan yang belum menyerahkan data, yakni Kecamatan Pademawu, karena masih melakukan koordinasi di lapangan.
"Dari 13 kecamatan, sudah ada 11 kecamatan yang mengirimkan data awal. Satu kecamatan yang belum mengirim adalah Pademawu karena masih melakukan koordinasi di lapangan. Besok kami akan melakukan verifikasi, sehingga jumlah pastinya akan kami sampaikan minggu depan," ujar Dhofir, Senin (06/07/2026).
Menurutnya, data yang masuk saat ini masih bersifat sementara, sehingga BPBD belum dapat memastikan jumlah desa yang terdampak kekeringan pada tahun ini.
Dhofir menjelaskan, untuk wilayah Pantura Pamekasan seperti Kecamatan Waru, Batumarmar, dan Pasean, kondisi desa-desa yang berpotensi mengalami kekeringan relatif tidak mengalami perubahan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Di wilayah Pantura datanya masih sama. Desa-desa yang selama ini berpotensi mengalami kekeringan masih merupakan desa yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Pamekasan akan lebih dahulu menetapkan status siaga atau tanggap darurat kekeringan apabila kondisi di lapangan telah memenuhi kriteria. Penetapan status tersebut menjadi dasar untuk mengajukan anggaran distribusi air bersih kepada masyarakat.
"Kalau nanti sudah ditetapkan status tanggap darurat kekeringan, kami bisa mengajukan anggaran untuk distribusi air bersih seperti tahun-tahun sebelumnya. Bantuan itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, bukan untuk kebutuhan pertanian," jelasnya.
Selain menyiapkan distribusi air bersih, BPBD juga mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk tandon serta perlengkapan penampungan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelompok.
Menghadapi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, Dhofir mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijaksana agar persediaan tetap mencukupi selama musim kemarau berlangsung. (*)
Next News

Maulid Nabi 2026 Ditetapkan Sebagai Libur Nasional, Cek Jadwal Lengkapnya
a minute ago

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan, Pemkab Dropping Air Bersih
3 minutes ago

Ratusan Relawan Madura Akan Berangkat ke Jakarta Bela Program Prabowo
a day ago

Lapak Mewarnai di Alun-Alun Trunojoyo Sampang Jadi Ruang Kreativitas Anak
a day ago

Kemarau Ekstrem Jadi Berkah, Harga Tembakau Sampang Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
a day ago

Pemkab Sampang Minta KDKMP Dibangun di Lokasi Strategis dan Punya Akses Ekonomi
2 days ago

12 Kecamatan di Sampang Kering Kritis, Anggaran Rp75 Juta Hanya Cukup 1-2 Tangki Air per Desa
2 days ago

Kecelakaan Beruntun di Bangkalan, Pemotor Meninggal di Lokasi
2 days ago

Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang
3 days ago

BMKG Catat 4.256 Gempa Susulan di NTT, Terbesar Magnitudo 6,2
3 days ago

