Banjir Rendam 4 Desa di Blega Bangkalan, Akses Nasional Terganggu
Ach. Mukrim - Tuesday, 21 January 2025 | 12:52 PM


salsabilafm.com – Curah hujan tinggi di wilayah utara Bangkalan Madura mengakibatkan air sungai meluap. Ratusan rumah warga di empat desa Kecamatan Blega terendam.
Camat Blega, Mohammad Qomari mengatakan, ada empat desa yang terdampak banjir. Yaitu, Desa Kajjan, Desa Nyurmanis, Desa Blega dan Karang Panasan. Menurutnya, ada sekitar 600 rumah dan 200 hektar sawah dan perkebunan yang terdampak banjir.
"Banjir ini diakibatkan air kiriman dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Konang, Galis dan Gegger berbarengan dengan pasangnya air lalut," katanya, Selasa (21/1/2025).
Dia menjelaskan, warga yang terdampak banjir saat ini masih bertahan di rumahnya. Karena informasinya banjir tersebut stagnan dan kemungkinan tidak akan naik lagi.
Untuk ketinggian air banjir di perkampungan yang agak dalam diperkirakan setinggi 50 sentimeter. Sedangkan ketinggian air di jalan nasional Blega sekitar 30 sentimeter.
"Aparat keamanan baik dari kepolisian maupun dari TNI sudah berjaga dari pagi untuk mengatur arus lalu lintas di jalan raya Blega dan melakukan pengamanan," jelasnya.
"Dari pantauan kami arus lalu lintas lancar tapi padat dan sudah banyak roda dua yang mogok akibat menerobos banjir," imbuhnya.
Dia menambahkan, saat ini pihaknya bersama BPBD, Polsek dan Dinsos telah membangun dapur umum untuk memberikan bantuan makanan kepada warga yang terdampak.
"Hari ini masih proses masak nasi dan lauk pauknya nanti sekitar jam 12.00 akan disalurkan," ungkapnya.
Sebelumnya, lanjut dia, pemerintah daerah sudah melakukan pengerukan sungai dari muara hingga ke hulu sungai untuk mengantisipasi banjir.
"Alhamdulillah banjir tahun ini tidak sebesar tahun kemarin," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Permintaan Naik, Pemkab Bangkalan Genjot Budidaya Lele untuk Program MBG
14 hours ago

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ratusan Pohon Ditanam di SGMRP Pamekasan
15 hours ago

84 Siswa SMA di Bangkalan Keracunan MBG, 12 Masih Dirawat di Puskesmas
15 hours ago

Polisi Tegaskan Kasus Tindak Pidana Seksual Tidak Bisa Dimediasi dan Dihentikan
15 hours ago

Lantik Direktur Baru, Bupati Sampang: RSMZ Harus Jadi Rumah Sakit Kebanggaan
15 hours ago

Operasi Patuh Semeru 2026 di Sumenep, 7 Pelanggaran Jadi Prioritas
15 hours ago

Kemenhaj Sumenep Imbau Konvoi Penjemputan Jemaah Haji Tidak Dilakukan Berlebihan
15 hours ago

SPMB 2026 di Sumenep, KPK Sebut Jalur Prestasi dan Domisili Rawan Dimanipulasi
15 hours ago

Dinilai Belum Layak, Lapangan Karapan Sapi Sampang Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Presiden
15 hours ago

FIFA Larang Penonton Bawa Botol Air ke Stadion Piala Dunia 2026
15 hours ago





