salsabilafm.com – Hasil produksi garam di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang, tercatat sangat minim pada tahun 2025 ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi ini dikhawatirkan akan memengaruhi stabilitas kebutuhan pasar garam nasional.
Memasuki akhir November, produksi garam di wilayah tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Aufa Marom, pengusaha Garam dari P4GM (Persatuan Petani Pengusaha Garam Madura) asal Sampang, mengungkapkan, rendahnya produksi menyebabkan para petambak memilih untuk menahan stok yang ada sambil menunggu harga pasar membaik.
“Saat ini hasil produksi petambak garam disimpan dulu karena menunggu harga benar-benar naik secara signifikan,” katanya, Sabtu (29/11/2025).
Aufa berharap agar peran PT Garam sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hanya sebatas pelaku pasar, melainkan juga sebagai penjaga keseimbangan harga.
“PT Garam dituntut hadir sebagai stabilisator harga, sebuah batu karang yang menahan gelombang gejolak di tingkat konsumen,” tuturnya.
Menurut Aufa, upaya stabilisasi harga dapat dilakukan melalui operasi pasar, pembelian strategis dengan harga wajar, atau pembentukan buffer stock (stok penyangga) untuk mencegah disparitas harga yang dapat membebani daya beli masyarakat.
“Inisiatif ini adalah keniscayaan, intervensi positif untuk memastikan garam sebagai komoditas pokok tetap terjangkau tanpa mengorbankan denyut nadi kehidupan para petani di tingkat paling dasar,” pungkasnya. (Mukrim)

