KPK Temukan Aktivitas Tambang Emas Ilegal Dekat Taman Nasional Komodo
Redaksi - Saturday, 29 November 2025 | 02:48 PM


salsabilafm.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan aktivitas tambang emas ilegal di Pulau Sebayur Besar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi tambang tersebut berada di zona penyangga Taman Nasional Komodo, salah satu kawasan konservasi paling penting di Indonesia.
Dilansir dari detikbali, perairan di sekitar Pulau Sebayur Besar selama ini menjadi destinasi favorit wisatawan untuk snorkeling dan diving. Lokasinya pun dekat dengan Labuan Bajo, hanya sekitar 20 menit perjalanan menggunakan speedboat.
Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Wilayah V KPK, Dian Patra, mengungkapkan pihaknya terkejut karena tambang ilegal itu berada sangat dekat dengan kawasan konservasi Komodo.
"Kami konsen dengan tambang-tambang ilegal khususnya tambang-tambang emas dan di Indonesia ini banyak. Kami kaget ternyata ada juga di wilayah sekitar Taman Nasional Komodo, di Pulau Sebayur besar, bersebelahan dengan Taman Nasional Komodo," ungkap Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Wilayah V KPK, Dian Patra, di Labuan Bajo, Jumat (28/11/2025).
Dian turun langsung setelah menerima laporan adanya aktivitas penambangan. Ia juga memperlihatkan rekaman video drone yang menunjukkan bekas kegiatan tambang di kawasan tersebut.
Menurutnya, lokasi tambang hanya berjarak 15–20 menit berjalan kaki dari pantai. Meski begitu, saat tim tiba, mereka tidak menemukan para pelaku, melainkan hanya sisa-sisa peralatan seperti pipa-pipa besar.
"Tapi nggak ada orang di sana, ketemu bekas pipa-pipa besar, berat bekas peralatan nggak ada orang ada foto-fotonya pipa-pipa panjang," ujar Dian.
Dian menegaskan kehadiran KPK untuk memastikan tidak ada pihak yang melindungi aktivitas tambang ilegal tersebut.
"Kenapa KPK ikut-ikut dilihat ya jangan sampai kalau itu ada jangan sampai ada backing-backing, istilahnya offroad suap menyuap ya dibalik itu ya, tentu ada uangnya kan pada pejabat negara kah atau oknum ya, apalagi ini bisa berdampak terhadap keberlanjutan wisata di Labuan Bajo," jelasnya.
Dia mengkhawatirkan dampak lingkungan yang dapat merusak ekosistem Komodo dan kawasan sekitarnya.
"Komodo satu-satunya di dunia. Jangan sampai lingkungan rusak, pariwisata rusak. Ini harus dihentikan," tegasnya.
Dian juga mengingatkan potensi pencemaran dari penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pengolahan emas.
"Di sini kan mengalir bisa dibayangkan tidak kalau itu masih ada, kalau ada tambang emas berarti ada merkuri kan ada sianida mengalir ke pulau komodo di sebelahnya. Bahaya sekali komodo ya korban mercury ini semua dan manusia juga ya," sambungnya.
"Karena kan Manggarai Barat super premium tentunya harus menjaga keberlanjutan kan, suistainability," imbuh Dian.
Sebagai kawasan pariwisata super premium, kata Dian, Manggarai Barat harus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Temuan tersebut telah dilaporkan KPK kepada sejumlah kementerian dan pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.
"Kita sudah laporkan ke Kementerian Kehutanan, Kementerian LH, Kementerian ESDM, dan Bupati. Tim juga akan turun untuk memastikan," pungkasnya.(*)
Next News

Terima Suntikan Bansos Rp26,7 Miliar, Bupati Sampang: Bentuk Nyata Perhatian Pemprov Jatim
10 hours ago

Arab Saudi Larang Impor Unggas dari 40 Negara, Mentan Dorong Ekspor Produk Olahan
11 hours ago

Pemkab Sampang Siapkan Dana Bergulir Rp300 Juta untuk Modal UMKM
11 hours ago

SBY Khawatir Konflik Timur Tengah Meluas Jadi Perang Regional hingga Libatkan NATO
11 hours ago

Buka Siang Ramadan, Satpol PP Bangkalan Tegur Belasan Pemilik Warung Makan
a day ago

455 PMI Asal Sampang Berada di Wilayah Konflik Timur Tengah
a day ago

Diduga Gegara Hutang, Pemakaman Jenazah di Sampang Sempat Tertunda
a day ago

Main Slot Modal Rp12 Ribu, Pria di Sampang Dibekuk Polisi
a day ago

Menu Diduga Tidak Layak, SPPG Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Sampang Terancam Dievaluasi
a day ago

Perang Mercon Bikin Jalur Nasional Bangkalan Penuh Asap, Pengendara Nyalakan Lampu Hazard
2 days ago





