Warga Blokade Akses Jalan Galian C, PMII Sampang: Bentuk Kesadaran Masyarakat Jaga Ruang Hidup
Syabilur Rosyad - Thursday, 07 May 2026 | 10:56 AM


salsabilafm.com - Aksi blokade jalan yang dilakukan warga Dusun Mandeman Laok, Desa/Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, terhadap aktivitas galian C menuai perhatian. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sampang komisariat Raden Praseno menilai aksi tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat dalam menjaga ruang hidup dan lingkungan yang layak.
Blokade jalan yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) itu dipicu kondisi jalan rusak parah yang disebabkan lalu lalang kendaraan tambang. Warga mengaku sudah bertahun-tahun merasakan dampak kerusakan jalan tanpa adanya solusi nyata.
Ketua PC PMII Sampang, Latifah, mengatakan, aksi warga tidak bisa dipandang sebagai tindakan emosional semata. Menurutnya, protes tersebut lahir dari akumulasi keresahan masyarakat yang selama ini merasa menanggung dampak aktivitas tambang.
"Ini menjadi contoh nyata bahwa masyarakat mulai sadar terhadap pentingnya menjaga ruang hidup mereka. Tanah yang menjadi tempat berpijak dan sumber penghidupan tidak boleh dieksploitasi tanpa memperhatikan dampak bagi warga sekitar," katanya saat dihubungi salsabilafm, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, masyarakat sudah berada di titik jenuh. Sebab, setiap musim hujan jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sementara saat musim kemarau debu beterbangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Ketika masyarakat memilih turun langsung melakukan blokade jalan, itu menunjukkan ada persoalan serius yang sudah terlalu lama dibiarkan. Pemerintah harus melihat ini sebagai alarm sosial," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Raden Praseno, Imam Ngobaidullah, menegaskan, polemik galian C di Mandeman tidak hanya menyangkut kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyentuh persoalan keadilan sosial bagi masyarakat kecil.
"Permasalahan ini bukan sekadar soal jalan rusak. Ini tentang bagaimana negara hadir untuk melindungi masyarakat dari dampak aktivitas tambang. Jangan sampai warga terus menjadi pihak yang dirugikan," tegas Imam.
Dia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial di sekitar lokasi.
"Kader PMII harus peka terhadap persoalan seperti ini. Kami siap mengawal aspirasi masyarakat agar ada langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait. Jangan sampai persoalan ini terus berulang tanpa penyelesaian," lanjutnya.
Di sisi lain, keresahan warga semakin memuncak setelah kondisi jalan disebut telah rusak selama belasan tahun. Salah satu warga berinisial H, mengaku sudah lama hidup dalam kondisi yang tidak nyaman.
"Sudah sekitar 15 tahun jalan ini rusak dan seperti dibiarkan begitu saja. Kalau musim hujan, jalannya penuh lumpur dan sulit dilalui. Tapi kalau musim kemarau, debunya sangat parah dan mengganggu kesehatan warga," ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat bukan menolak pembangunan maupun aktivitas usaha, namun warga hanya menginginkan adanya tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan.
"Kami cuma ingin jalan diperbaiki dan masyarakat diperhatikan. Jangan hanya mengambil hasil dari sini, tapi kerusakan dan dampaknya ditinggalkan untuk warga," katanya.
Warga juga mengancam akan terus melakukan penutupan akses bagi kendaraan tambang apabila tidak ada langkah nyata dari pemerintah maupun pihak perusahaan untuk memperbaiki jalan yang rusak.
Aksi blokade tersebut kini menjadi simbol perlawanan masyarakat terhadap kondisi yang selama ini mereka anggap tidak adil. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar konflik tidak semakin meluas dan hak masyarakat atas lingkungan yang aman serta nyaman dapat terpenuhi. (Syad)
Next News

Sering Nonton Ceramah Agama di TikTok, Perempuan Asal Surabaya Masuk Islam di Sampang
8 hours ago

Ratusan Gram Sabu dan Rokok Ilegal di Sampang Dimusnahkan
9 hours ago

Deflasi 0,43 Persen Per April, Harga Bahan Pokok di Sumenep Turun Usai Idulfitri
9 hours ago

Kasus Narkoba di Pamekasan Libatkan Anak di Bawah Umur, Dewan Pendidikan Dorong Upaya Preventif
9 hours ago

Polisi Amankan Penimbun Ratusan Liter Solar di Pamekasan
9 hours ago

Warga Desa di Bangkalan Tolak Lahannya Dijadikan Lokasi Pembuangan Sampah
9 hours ago

Mobil Tabrak Truk di Jembatan Suramadu, Diduga Sopir Microsleep
14 hours ago

Kemenag Sampang: Dari 1.200 UMKM di Sampang, Baru 340 yang Bersertifikat Halal
15 hours ago

Sampang Siapkan 15 Bus untuk Angkut 618 Jemaah Haji ke Asrama Haji Surabaya
16 hours ago

Kasus Kanker Payudara di Pamekasan Tinggi, Minim Deteksi Dini Jadi Penyebab
a day ago





