Kasus Narkoba di Pamekasan Libatkan Anak di Bawah Umur, Dewan Pendidikan Dorong Upaya Preventif
Redaksi - Thursday, 07 May 2026 | 10:44 AM


salsabilafm.com - Kasus penyalahgunaan narkoba di Pamekasan pada triwulan pertama 2026 tercatat cukup tinggi. Berdasarkan data terbaru kepolisian, terdapat 25 kasus dengan total 36 tersangka, satu di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur, yakni rentang usia 15 hingga 18 tahun. Sementara sisanya berusia 19 hingga 24 tahun tiga orang, serta usia 25 hingga 60 tahun sebanyak 32 orang.
Dari total tersebut, sebanyak 28 orang berstatus sebagai pengedar dan delapan lainnya merupakan pengguna. Sementara itu, dari sisi jenis kelamin, 35 tersangka berjenis kelamin laki-laki dan satu orang perempuan.
Sekretaris Dewan Pendidikan Pamekasan Mohammad Subhan menilai, maraknya kasus narkoba, terutama yang melibatkan pelajar atau anak di bawah umur, menjadi sinyal kuat perlunya langkah preventif yang lebih serius dari pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah kabupaten melalui dinas terkait perlu menginisiasi program khusus di lingkungan sekolah, seperti 'Sekolah Bersinar' atau program serupa yang berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini.
"Apa pun istilah nama programnya, yang penting ada inisiasi dari pemerintah untuk mengadakan program yang mencegah penyalahgunaan narkoba ini. Bisa dengan melakukan tes urin secara berkala di sekolah dengan melibatkan berbagai pihak," ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Subhan berharap langkah tersebut dapat memberikan efek jera sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, pendekatan edukatif dinilai tidak kalah penting. Pihaknya mengusulkan agar materi tentang bahaya narkoba dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga para guru dapat menyampaikan edukasi tersebut di setiap mata pelajaran.
"Penanganan narkoba harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, hingga aparat penegak hukum," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Khomarul Wahyudi, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menekan penyalahgunaan narkoba di Kota Gerbang Salam. Salah satu langkah yang dinilai strategis adalah memperkuat sinergi dengan para ulama dan pondok pesantren.
Politisi muda Partai Bulan Bintang (PBB) itu juga menyebutkan, pemerintah daerah perlu memfasilitasi berbagai kegiatan positif yang melibatkan ruang publik, khususnya bagi anak muda. Dia turut menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di setiap sekolah.
"Fasilitas kegiatan dan pekerjaan juga perlu diperhatikan. Karena bukan tidak mungkin, mereka terlibat dalam penyalahgunaan narkoba ini berawal dari stres karena pekerjaan," ungkapnya. (*)
Next News

Sering Nonton Ceramah Agama di TikTok, Perempuan Asal Surabaya Masuk Islam di Sampang
8 hours ago

Warga Blokade Akses Jalan Galian C, PMII Sampang: Bentuk Kesadaran Masyarakat Jaga Ruang Hidup
8 hours ago

Ratusan Gram Sabu dan Rokok Ilegal di Sampang Dimusnahkan
9 hours ago

Deflasi 0,43 Persen Per April, Harga Bahan Pokok di Sumenep Turun Usai Idulfitri
9 hours ago

Polisi Amankan Penimbun Ratusan Liter Solar di Pamekasan
9 hours ago

Warga Desa di Bangkalan Tolak Lahannya Dijadikan Lokasi Pembuangan Sampah
9 hours ago

Mobil Tabrak Truk di Jembatan Suramadu, Diduga Sopir Microsleep
14 hours ago

Kemenag Sampang: Dari 1.200 UMKM di Sampang, Baru 340 yang Bersertifikat Halal
15 hours ago

Sampang Siapkan 15 Bus untuk Angkut 618 Jemaah Haji ke Asrama Haji Surabaya
15 hours ago

Kasus Kanker Payudara di Pamekasan Tinggi, Minim Deteksi Dini Jadi Penyebab
a day ago





