Kamis, 7 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Deflasi 0,43 Persen Per April, Harga Bahan Pokok di Sumenep Turun Usai Idulfitri

Redaksi - Thursday, 07 May 2026 | 10:47 AM

Background
Deflasi 0,43 Persen Per April, Harga Bahan Pokok di Sumenep Turun Usai Idulfitri
Kantor BPS Sumenep. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Berbeda dengan tren tahunan, Kabupaten Sumenep justru mencatat deflasi sebesar 0,43 persen pada April 2026 secara bulanan. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga sejumlah bahan pokok setelah Ramadan dan Idulfitri.


Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijaya, mengungkapkan bahwa normalisasi harga terjadi pada beberapa komoditas seperti beras, ayam ras, dan kebutuhan pangan lainnya seiring berakhirnya momen hari besar keagamaan.


"Setelah Lebaran, permintaan menurun dan pasokan meningkat, apalagi sudah masuk masa panen. Ini yang membuat harga kembali turun," katanya, Rabu (6/5/2026).




Namun demikian, BPS mulai mencermati potensi kenaikan harga pada bulan berikutnya, terutama di sektor makanan dan minuman. Kenaikan biaya produksi seperti LPG dan bahan baku dinilai akan berdampak pada harga jual di tingkat konsumen.


Selain itu, komoditas berbasis energi dan produk turunan seperti plastik juga menunjukkan tren kenaikan harga yang cukup signifikan.




Handoyo menambahkan, dalam menjaga stabilitas harga, diperlukan peran aktif pemerintah melalui intervensi pasar serta dukungan masyarakat sebagai konsumen.


"Pengendalian inflasi tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi juga dari perilaku pasar. Masyarakat harus cermat dan memiliki akses informasi harga," ujarnya.


Dia juga menyoroti peran budaya lokal masyarakat, khususnya petani yang menyimpan sebagian hasil panen, sebagai faktor yang membantu menjaga ketahanan pangan di tengah fluktuasi harga.




"Ini menjadi kekuatan lokal yang mampu meredam dampak gejolak harga, terutama untuk komoditas beras," pungkasnya. (*)