Jumat, 27 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Warga Binaan Lapas Arjasa Sumenep Dibentuk Jadi Tukang Las Profesional

Redaksi - Friday, 27 February 2026 | 05:15 AM

Background
Warga Binaan Lapas Arjasa Sumenep Dibentuk Jadi Tukang Las Profesional
Dua orang sedang mengelas. ( Istimewa/)

salsabilafm.com – Percikan api menyala di sudut bengkel kerja Lapas Kelas III Arjasa. Di balik dinding tinggi dan pintu besi, sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak fokus menyambung rangka besi dengan teknik pengelasan yang presisi. Bukan sekadar praktik biasa, keterampilan ini menjadi bukti nyata proses pembinaan yang berjalan serius dan terarah.


Dengan pengawasan ketat petugas serta bimbingan teknis terstruktur, para WBP mengerjakan kebutuhan infrastruktur internal lapas secara profesional. Setiap titik las dikerjakan penuh ketelitian, mencerminkan standar kerja yang tak kalah dengan tenaga terampil di luar lembaga pemasyarakatan.


Kepala Lapas Kelas III Arjasa, Ristanto Rachmad Hidayat, menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar latihan di atas kertas.


"Aksi lapangan ini bukan sekadar simulasi, melainkan ajang pembuktian nyata atas ketangkasan, ketelitian, dan profesionalisme yang telah mereka pelajari selama masa pembinaan," ujarnya, Kamis (26/2/2026). 


Program ini menjadi bagian penting dari pembinaan kemandirian yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia produktif dan kompeten. Para WBP tidak hanya belajar teori, tetapi langsung terlibat dalam pekerjaan konstruksi riil yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.


Lebih dari sekadar keterampilan teknis, pelatihan pengelasan di Lapas Arjasa juga membentuk mental dan rasa tanggung jawab. Setiap sambungan besi yang terpasang menjadi simbol perubahan diri, dari masa lalu menuju masa depan yang lebih terarah.


Menurut Ristanto, program ini memberi ruang bagi WBP untuk menemukan kembali kepercayaan diri mereka. Hasil karya yang nyata menghadirkan rasa bangga sekaligus keyakinan bahwa mereka mampu bersaing saat kembali ke masyarakat.


Lingkungan pembinaan yang konsisten dan terukur memastikan waktu yang dijalani di dalam lapas tetap produktif dan bernilai guna. Dengan keterampilan yang kompetitif, para WBP diharapkan memiliki modal kuat untuk bekerja maupun membuka usaha mandiri setelah bebas nanti.


Sinergi antara petugas dan semangat belajar para WBP menjadi kunci keberhasilan program ini. Lapas Arjasa berkomitmen melahirkan lulusan pembinaan yang mandiri, berdaya saing, dan siap berkontribusi positif.


Bagi para WBP, percikan api dari mesin las bukan hanya cahaya panas yang menyala sesaat. Ia adalah simbol harapan baru, bahwa dari balik jeruji, masa depan tetap bisa ditempa dan dibentuk menjadi lebih kuat. (*)