Kamis, 16 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Harga BBM Pesawat Melambung, Kemenhaj Sampang: Embarkasi Kita Turun Rp400 Ribu

Ach. Mukrim - Thursday, 16 April 2026 | 06:52 AM

Background
Harga BBM Pesawat Melambung, Kemenhaj Sampang: Embarkasi Kita Turun Rp400 Ribu
Saat jemaah haji turun dari pesawat. (Mukrim/Salsa/)


salsabilafm.com - Di tengah tren kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pesawat atau avtur dunia, Pemerintah Kabupaten Sampang membawa kabar melegakan bagi para Calon Jemaah Haji (CHJ). Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) setempat menegaskan, fluktuasi harga energi tersebut tidak akan membebani kantong jemaah.


Kepala Kantor Kemenhaj Sampang, Syaifuddin, mengungkapkan, meskipun biaya operasional penerbangan membengkak, kebijakan subsidi dan optimalisasi dana haji membuat biaya yang dibayarkan jemaah justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.




"Memang ada kenaikan (BBM pesawat), tetapi itu semua tidak dibebankan kepada jemaah haji. Biaya tetap stabil, bahkan secara umum untuk embarkasi kita turun sekitar Rp400 ribu dibandingkan tahun kemarin," katanya, Kamis (16/4/2026).


Syaifuddin merinci, total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sebenarnya mencapai angka Rp94 juta sekian per jemaah. Namun, berkat skema dukungan dana optimalisasi sebesar Rp33 juta, beban langsung yang ditanggung jemaah menjadi jauh lebih ringan.


Jemaah hanya perlu membayar setoran awal sebesar Rp25 juta dan melakukan pelunasan senilai Rp32,9 juta. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga aksesibilitas ibadah haji bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.




"Ini kebijakan pemerintah yang luar biasa. Meski komponen biaya pesawat naik, pemerintah sangat membantu sehingga biaya haji malah turun. Kami pastikan tidak ada kendala finansial tambahan bagi 618 jemaah asal Sampang yang sudah dinyatakan istitaah," jelasnya.


Dia memaparkan, persiapan administratif CHJ Sampang sendiri saat ini telah mencapai 90 persen, dengan seluruh visa dilaporkan sudah diterbitkan dan siap digunakan untuk keberangkatan awal Mei mendatang.




"Hingga hari ini, persiapan sudah mencapai 90 persen dan semua tahapan sudah dilalui, seperti tes kesehatan, kelengkapan administrasi dan pemberian suntik vaksin," pungkasnya. (Mukrim)