Pertalite Dibatasi, SPBU di Sumenep Terima Kuota Lebih Kecil
Redaksi - Saturday, 13 June 2026 | 08:42 AM


salsabilafm.com - Kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai berkurang pada Juni 2026. Pengurangan kuota itu membuat pasokan Pertalite lebih cepat habis dibanding sebelumnya.
Manager SPBU 54.694.20 Lenteng, Hisbul Maulana, mengatakan, kuota Pertalite yang diterima SPBU yang dipimpinnya turun hampir separuh.
"Sampai Mei masih sekitar 280 sampai 300 KL (kiloliter). Juni ini hanya 160 KL," kata Alan, sapaan akrabnya, Jumat (12/6/2026).
Alan mengaku juga mendapat informasi bahwa pengurangan kuota tidak hanya terjadi di SPBU Lenteng, tetapi juga di sejumlah SPBU lain di Kabupaten Sumenep. Meski demikian, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti penurunan pasokan kuota tersebut.
"Kami tidak tahu alasan pengurangannya. Apakah nanti kembali normal atau tidak juga belum ada informasi," tambahnya.
Menurut Alan, sejauh ini dia hanya mengetahui dari pemberitaan media bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah disebut berdampak terhadap sektor energi.
Namun, dia tidak bisa memastikan apakah pengurangan kuota Pertalite di Sumenep berkaitan dengan kondisi tersebut atau tidak.
Pantauan di SPBU 54.694.20 Lenteng sekitar pukul 09.45 WIB menunjukkan papan bertuliskan "Kosong" terpasang di dispenser Pertalite. Kondisi itu membuat pengendara tidak dapat membeli BBM subsidi tersebut karena stok yang tersedia telah habis. Sementara itu, di dispenser Pertamax tidak terlihat adanya aktivitas pengisian kendaraan.
Pengawas SPBU 54.694.20 Lenteng, Agus Wahyudi, mengatakan, kondisi tersebut bukan karena stok Pertamax habis, melainkan pelayanan SPBU dihentikan sementara akibat cuaca buruk. Menurut dia, saat hujan disertai petir dan guntur, sistem operasional SPBU otomatis dihentikan demi alasan keamanan.
"Kalau hujan disertai guntur, pelayanan dihentikan sementara. Jaringan juga dimatikan," jelas Agus.
Dia menjelaskan, penghentian layanan dilakukan untuk menghindari gangguan sistem maupun risiko keselamatan saat cuaca ekstrem. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
15 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
15 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
17 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
17 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
17 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
17 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
17 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago




