Wabup Bangkalan Minta Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Diusut Transparan
Redaksi - Thursday, 04 December 2025 | 08:02 PM


salsabilafm.com – Kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum anak kiai atau Lora di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur terus menjadi sorotan. Sebab, selain terduga pelaku merupakan pemilik Ponpes, korban juga diduga mencapai belasan.
Menyikapi kasus viral tersebut, Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja'far mengaku telah mendengar informasi dugaan pencabulan di salah satu pondok pesantren itu. Dia berharap kasus tersebut bisa segera diusut tuntas.
"Informasinya, pihak korban sudah melaporkan ke aparat penegak hukum tentang kasus itu. Kami minta agar kasus ini bisa diusut secara transparan," ungkapnya, Kamis (4/12/2025).
Fauzan juga berharap kasus tersebut tidak terjadi di lembaga pendidikan manapun. Sebab, lembaga pendidikan harus menjadi tempat aman bagi para siswa ataupun santri untuk menuntut ilmu.
Sementara, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama menegaskan, meski kasus tersebut dilaporkan korban ke Polda Jatim, namun tim dari Satreskrim Polres Bangkalan akan membantu penuntasan kasus itu.
"Kami mendapatkan informasi bahwa salah satu korban sudah melapor ke Polda Jatim. Upaya kami saat ini berkoordinasi dengan penyidik dari Polda agar kasus tersebut bisa selesai dan tuntas," imbuhnya.
Dilaporkan sebelumnya, seorang santriwati yang diduga merupakan korban aksi pencabulan itu menghubungi psikolog Dr Mutmainah untuk meminta pendampingan. Korban mengalami trauma akibat kejadian pencabulan yang diduga dilakukan oleh salah satu guru ngaji di pondok tersebut.
"Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jatim," ucap Dr Mutmainah.
Dia berharap agar korban lain bisa berani untuk bersuara agar kasus tersebut bisa terungkap secara gamblang.
Humas Pondok Pesantren Nurul Karomah, Mohamad Iwan Sanusi mengatakan, pihak pondok akan kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
"Kami tidak akan menghalang-halangi proses hukum dan akan koorperatif serta membuka informasi apapun yang dibutuhkan oleh penegak hukum," tegasnya. (*)
Next News

2 Siswa Sekolah Rakyat Sampang Mengundurkan Diri, Ini Alasannya
10 hours ago

Ratusan Kayu Gelondongan di Perairan Sumenep Berlabel Kemenhut RI
12 hours ago

Kebakaran di Pamekasan, Uang Rp20 Juta Hasil Tembakau Ikut Hangus
12 hours ago

Ratusan Sumur Bor di Bangkalan Mengandung Minyak
12 hours ago

Warga Pesisir Sumenep Temukan Ratusan Kayu Gelondongan Terdampar di Pantai
12 hours ago

PGMI Gelar Perjusaha, Perkuat Tali Silaturahmi Siwa MI dan MTs Se-Pulau Mandangin
a day ago

Berhasil Comeback, Madura United Kalahkan PSIM 2-1 di Gelora Rato Pamelingan Pamekasan
2 days ago

Terungkap dari CCTV, Pemuda Sumenep Diduga Lakukan Tindak Pidana Kekerasan Seksual
2 days ago

DVI Polda Jatim terima 76 data ante mortem korban KM Virgo
2 days ago

GHE-IK Bintang, UMKM binaan HCML Curi Perhatian di Lokakarya Media 2026
2 days ago




