Dana Transfer Seret, DPRD Sampang Desak Pemda Genjot Inovasi PAD
Ach. Mukrim - Monday, 02 February 2026 | 08:27 AM


salsabilafm.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menyoroti semakin terbatasnya ruang fiskal daerah akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi ini menuntut Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk segera melakukan terobosan dan inovasi dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar pembangunan tidak tersendat.
Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Sampang, Rahmat Hidayat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Kecamatan Sampang, Senin (2/2/2026).
"Kondisi pendapatan kita tidak seperti dulu lagi. Transfer ke daerah, baik untuk bupati maupun Dana Desa, sudah tidak lagi berbagi seperti sebelumnya. Perlu ada inovasi yang tak segan-segan untuk mendongkrak pendapatan," katanya.
Ketua Pansus Optimalisasi PAD ini juga mengungkapkan, pihaknya kini tengah menyisir berbagai sektor potensial yang selama ini belum tergarap maksimal. Fokus utamanya adalah memastikan kemandirian fiskal daerah tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi nasional.
Salah satu instrumen pendapatan yang menjadi rapor merah dalam pengamatannya adalah Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Menurutnya, capaian PBB di wilayah Kecamatan Sampang saat ini masih tertahan di angka 50 persen.
Dia juga mengingatkan perangkat desa dan kecamatan bahwa minimnya setoran pajak secara langsung akan memukul alokasi anggaran untuk desa itu sendiri.
"PBB di Kecamatan Sampang laporannya masih sekitar 50 persen. Padahal, ada skema bagi hasil pajak dan retribusi untuk desa. Jika pendapatan ini tidak optimal, desa juga yang rugi karena jatah bagi hasilnya berkurang," tegasnya.
Politisi partai Nasdem ini juga mewanti-wanti pemerintah daerah agar serius membenahi basis data kemiskinan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini krusial agar program pembangunan pada 2027 tidak meleset dari sasaran.
Menurutnya, tanpa data yang presisi dan koordinasi yang solid antar-kepala desa, upaya menekan ketimpangan wilayah hanya akan menjadi wacana di atas kertas.
"Pembangunan tidak akan pernah mencapai target yang gampang berkata-kata tanpa kekompakan. Kita harus tahu betul peta kekuatan daerah kita untuk mencapai Sampang yang hebat dan bermartabat," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
a day ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
a day ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
a day ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
a day ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
a day ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
a day ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
a day ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
a day ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
a day ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago




