TPP ASN Sampang Tahun 2026 Berkurang, Imbas Penurunan Transfer Pusat Rp115 Miliar
Ach. Mukrim - Tuesday, 02 December 2025 | 07:04 PM


salsabilafm.com – Pemerintah Kabupaten Sampang mengonfirmasi rencana pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil menyusul penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke kas daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan, mengatakan, total pengurangan anggaran daerah mencapai Rp115 miliar. Penurunan pendapatan yang drastis ini memaksa pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian belanja secara proporsional.
"Dengan berkurangnya transfer ke daerah total 115 miliar, itu signifikan banget, luar biasa," katanya, Selasa (2/12/2025).
"Tidak mungkin mempertahankan belanja di level sebelumnya ketika pendapatan merosot. Artinya ketika pendapatan turun, belanjanya mesti turun. Ya otomatis kan," imbuh Yuliadi.
Yuliadi menjelaskan, penyesuaian anggaran ini berdampak pada seluruh komponen belanja, mulai dari belanja modal, belanja barang, hingga belanja pegawai. Ditegaskan, TPP sebagai bagian dari belanja pegawai, tidak luput dari pemangkasan.
"Belanja pegawai salah satunya TPP. Jadi otomatis mengalami penurunan," ungkapnya.
Meskipun demikian, Pemkab Sampang berupaya tetap memberikan TPP, meski dengan nominal yang lebih rendah. TPP bukanlah kewajiban mutlak, dan ada beberapa daerah lain yang bahkan menghapus komponen ini sepenuhnya.
"Alhamdulillah kita masih bisa memberikan TPP walaupun ada penurunan. Bahkan, ada daerah lain yang TPP-nya dihabiskan, dan itu boleh karena TPP bukan kewajiban" lanjutnya.
Dia menerangkan, pemerintah daerah mengatur alokasi dana secara proporsional demi memastikan seluruh sektor pembangunan tetap berjalan. Janji Bupati untuk membangun infrastruktur akan tetap diakomodasi, meskipun pengerjaannya tidak dapat berjalan maksimal akibat keterbatasan fiskal yang ada saat ini.
"Anggaran itu kita proporsionalkan. Janji Pak Bupati untuk membangun infrastruktur tetap kita akomodir walaupun tidak bisa maksimal," paparnya.
Dia juga mengakui, pemangkasan belanja modal dan infrastruktur memang tidak dapat dihindari. Namun, ia memastikan, Pemerintah Kabupaten Sampang tetap berkomitmen penuh untuk mempertahankan standar pelayanan publik sesuai dengan ketersediaan anggaran.
"Penyesuaian anggaran 2026 dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga stabilitas fiskal dan keberlanjutan program pelayanan masyarakat," pungkas Yuliadi. (Mukrim)
Next News

DWP Bapenda Sumenep Tampil Aktif dalam Rangkaian Semarak HUT Ke-81 RI
14 hours ago

Polisi Rekomendasikan Tes Urine Random di RSUD dr. Mohammad Zyn
14 hours ago

Pemkab Sampang Anggarkan Rp22 Juta untuk Pengadaan Mesin Pemotong Rumput
14 hours ago

Disnaker Sampang Latih Keterampilan Puluhan Peserta, Dorong Manfaatkan Peluang Kerja Resmi
14 hours ago

Bupati Sampang Dorong Pulau Mandangin Jadi Destinasi Wisata dan Sentra Ekonomi Warga
14 hours ago

Harga Cabai Rawit Naik Jelang Perayaan Maulid Nabi, Bawang dan Telur Stabil
19 hours ago

Geger, Ibu di Pamekasan Bunuh Anak Kandung Berusia 10 Tahun
19 hours ago

BASSRA Bantah Tolak Rencana Industri di Bangkalan
19 hours ago

Diusulkan Jadi Kabupaten Kepulauan Sumenep, Ini Alasan Bupati Fauzi
19 hours ago

Dishub Sampang Catat 5 Titik Parkir Berpotensi Tambah PAD
12 hours ago





