Tinjau Sekolah Rakyat, Menteri PU: Bagus Ya Progres di Surabaya
Redaksi - Sunday, 12 April 2026 | 04:30 AM


salsabilafm.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan peninjauan pembangunan sekolah rakyat di Jawa Timur, Minggu (12/4/2026). Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di kawasan Kedung Cowek.
Dalam peninjauan tersebut, Dody menyampaikan bahwa progres pembangunan sekolah rakyat di Surabaya terbilang baik. Dia bahkan menyebut hasilnya sudah sangat memuaskan dibandingkan daerah lain.
"Bagus ya progres di Surabaya. Minggu lalu dan minggu ini saya meninjau Sekolah Rakyat, yang saya lihat ini sudah top," ujarnya.
Dia menjelaskan, pembangunan sekolah rakyat di lahan milik Pemerintah Kota Surabaya seluas 6,2 hektare telah mencapai sekitar 45 persen. Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis proyek bisa rampung sesuai target pada Juni 2026.
Namun demikian, Dody membandingkan dengan sejumlah daerah lain seperti Sampang dan Jombang yang progresnya masih berada di kisaran 30 hingga hampir 40 persen. Meski demikian, ia menilai capaian tersebut masih tergolong baik karena didukung lahan yang lebih luas, mencapai sekitar 8 hektare.
"Hampir sama lah, overall bagus. Yang agak tertinggal sedikit itu di Jombang, tapi masih oke," ungkapnya.
Berbeda dengan daerah lainnya, Dody menyoroti pembangunan sekolah rakyat di Nganjuk yang dinilai tertinggal cukup jauh. Hingga saat ini, progres pembangunan di wilayah tersebut baru mencapai sekitar 15 persen.
"Nganjuk sangat tertinggal, masih sekitar 15 persen," tegasnya.
Menurut dia, keterlambatan tersebut tidak diimbangi dengan upaya percepatan yang memadai. Dia menilai penambahan tenaga kerja masih jauh dari kebutuhan untuk mengejar target pembangunan.
"Seharusnya ditambah ratusan tenaga kerja, bukan hanya sekitar 100 orang. Dengan kondisi seperti itu, sulit mengejar target," jelasnya.
Dody juga menekankan pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksana proyek agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan sesuai jadwal.
Dia menegaskan, program sekolah rakyat merupakan prioritas Presiden dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan akses pendidikan yang layak bagi masyarakat prasejahtera.
"Ini program prioritas Presiden untuk menghapus kemiskinan ekstrem, jadi jangan main-main," pungkasnya.
Sebagai informasi, target pembangunan sekolah rakyat di seluruh Indonesia ditetapkan selesai pada 20 Juni 2026, dilanjutkan tahap penyelesaian akhir hingga 30 Juni. Para siswa dijadwalkan mulai masuk pada 1 Juli 2026. (*)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
10 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
10 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
12 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
12 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
12 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
12 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
12 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago





