Temukan Pangkalan Jual Elpiji 3 Kg di Atas HET, Pemkab Sampang Akan Laporkan ke Pertamina
Ach. Mukrim - Sunday, 12 April 2026 | 05:57 AM


salsabilafm.com - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menemukan praktik nakal sejumlah pangkalan yang menjual Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram atau gas melon di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Temuan ini didapat setelah pemerintah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dan investigasi penyamaran.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri Salam, mengungkapkan, investigasi dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait kelangkaan dan lonjakan harga gas melon di wilayah tersebut.
"Beberapa hari lalu, kami sidak ke beberapa pangkalan di wilayah Sampang. Bahkan, kami juga melakukan investigasi dengan metode penyamaran dengan membeli elpiji di pangkalan," ungkapnya, Minggu (12/4/2026).
Dia menjelaskan, dalam aksi penyamaran tersebut, tim menemukan pangkalan yang mematok harga jauh di atas ketentuan HET Gubernur Jawa Timur sebesar Rp18.000 per tabung.
"Ternyata ada temuan, yakni beberapa pangkalan kedapatan menaikkan harga di atas HET, yaitu kisaran Rp19.000 hingga Rp23.000 per elpiji 3 kg," jelasnya.
Atas temuan tersebut, lanjutnya, Pemkab Sampang mengklaim telah mengantongi identitas pangkalan-pangkalan nakal tersebut dan melaporkannya kepada PT Pertamina Patra Niaga untuk dijatuhi sanksi.
Barri menegaskan, pangkalan tidak dibenarkan memainkan harga di tengah kesulitan warga mendapatkan akses energi bersubsidi.
"Temuan-temuan itu akan segera ditindaklanjuti dan diberikan peringatan kepada pihak pangkalan yang sudah kami laporkan. Jangan coba-coba menjual di atas HET," tegasnya.
Menurutnya, hingga saat ini, tercatat ada 15 agen LPG di Kabupaten Sampang yang membawahi sejumlah pangkalan. Meski belum mengantongi data seluruh pangkalan secara rinci, Pemkab melakukan pelacakan melalui titik koordinat yang tercantum pada laman resmi Pertamina.
Sejauh ini, sidak difokuskan di wilayah Kelurahan Rongtengah dan Gunung Sekar. Namun, pemerintah memastikan akan memperluas jangkauan investigasi ke wilayah lain di Sampang berdasarkan laporan masyarakat yang masuk.
"Selanjutnya, kami akan melakukan investigasi di wilayah lain sesuai laporan masyarakat," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Kecelakaan Maut di Sampang, Pemotor Tewas dan Pembonceng Terluka
8 hours ago

Penjangkauan Calon Siswa SR Sampang Capai 116 Orang, Target Rampung Juni
9 hours ago

WHO Desak Indonesia Lindungi Anak dari Bahaya Vape dan Tembakau
10 hours ago

Ratusan Guru di Sumenep Akan Pensiun Tahun Ini
10 hours ago

Pemkab Sumenep Sebut Garam Impor Jadi Hambatan Petani Lokal
10 hours ago

Yasinta Moiwend Lapor Polisi, Keberatan Wajahnya Ditampilkan di Film Pesta Babi
10 hours ago

4 Lokasi Masuk Tahap Verifikasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Pamekasan
a day ago

Hasil Uji Laboratorium, Kualitas Garam Sumenep Mampu Penuhi Standar Industri
a day ago

Usai Jalani Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Asal Sumenep Dilaporkan Meninggal Dunia
a day ago

Puluhan Dapur MBG di Sampang Dihentikan Sementara, Ini Daftarnya
a day ago




