Apresiasi Buku Miftahur Rozaq, Bawaslu Jatim: Buku Ini Kawinkan 18 Tahun Pengalaman Mahal Penyelenggara Pemilu
Redaksi - Saturday, 11 April 2026 | 10:14 AM


salsabilafm.com - Peluncuran buku "Di Balik Layar Demokrasi" karya Miftahur Rozaq, Komisioner KPU Jatim, menjadi momentum penting untuk membedah sisi gelap dan terang penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Karya setebal 509 halaman ini mengupas tuntas realitas yang jarang diketahui publik. Ibarat layar panggung yang tampak indah di depan, namun menyimpan 'hujan badai' dan tantangan hebat bagi para pelaksana di belakangnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Jawa Timur, Nur Elya Anggraeni, memberikan apresiasi mendalam saat menghadiri peluncuran tersebut. Menurutnya, buku tersebut berhasil mengawinkan pengalaman empiris selama 18 tahun sebagai penyelenggara pemilu dengan refleksi intelektual yang mendalam.
"Saya membaca dari awal sampai akhir, ini adalah buku yang mengawinkan pengalaman luar biasa selama 18 tahun. Di balik layar demokrasi itu mungkin terlihat enak, tetapi di baliknya ada hujan badai dan angin topan yang tidak akan diketahui oleh orang yang jauh dari layar. Buku ini adalah sarana untuk mendekatkan realitas itu kepada masyarakat," ujar Nur Elya di Pondok Pesantren Assirojiyyah Kajuk, Sampang.
Nur Elya juga mengenang sosok penulis, Miftahur Rozaq, sebagai figur yang sangat teliti, terutama dalam urusan tata kelola anggaran. Dia menyamakan ketelitian Rozaq seperti proses tawar-menawar di pasar, di mana setiap detail diperhatikan dengan saksama demi memastikan akuntabilitas penyelenggaraan Pilkada di Jawa Timur.
"Dia ini orang yang sangat detail. Kalau bicara anggaran, itu satu per satu dibahas, bukan hanya global. Itulah mengapa KPU Jawa Timur bisa menyelenggarakan tahapan dengan memadai dan selamat secara administrasi," tuturnya.
Selain membedah isi buku, Nur Elya juga menyinggung perkembangan inklusivitas dalam lembaga penyelenggara pemilu. Dia menyoroti keterwakilan perempuan yang kini semakin signifikan, di mana di Bawaslu Jawa Timur sendiri, komposisi perempuan telah mencapai 65 persen atau empat dari tujuh anggota adalah perempuan.
Menutup penyampaiannya, Nur Elya memberikan ucapan selamat atas lahirnya karya ini yang bertepatan dengan momen bahagia keluarga penulis. Nur Elya berharap ikhtiar literasi ini menjadi berkah dan memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan kualitas demokrasi di masa depan, baik di tingkat lokal maupun nasional. (Mukrim)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
14 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
14 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
16 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
16 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
16 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
16 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
16 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago





