ASN WFH di Pamekasan Wajib On Call, 5 Menit Maksimal Respons Telepon
Redaksi - Saturday, 11 April 2026 | 06:00 AM


salsabilafm.com — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan pengawasan ketat terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang menjalani work from home (WFH) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026).
"Maksimal lima menit mereka harus merespons jika ada telepon soal tugas dari pimpinan dan kantor masing-masing," kata Kepala BKPSDM Pamekasan Saudi Rahman, Jumat (10/4/2026).
Saudi menegaskan, seluruh ASN yang WFH harus tetap on call selama jam kerja dan tidak boleh menganggap WFH sebagai hari libur.
"Kalau tiduran boleh, asalkan jangan tidur. Jangan sampai tidak merespon telepon lebih dari lima menit," ujarnya.
Selain itu, ASN tetap wajib mengisi absensi dua kali secara digital. Saat melakukan absensi, ASN tidak diperbolehkan berada di luar kota. Sistem akan memantau titik koordinat masing-masing pegawai.
"Kalau ke rumah saudara di wilayah Pamekasan juga tidak apa-apa. Bisa tetap absen di lokasi itu, asalkan bukan di luar kota," katanya.
Kata Saudi, pengawasan dilakukan melalui dua cara, yakni pemantauan oleh BKPSDM melalui absensi dan e-kinerja, serta pengawasan langsung oleh kepala dinas atau pimpinan masing-masing.
ASN yang bekerja dari kantor atau work from office (WFO) juga diminta tetap aktif berkoordinasi dengan pegawai yang WFH.
"Semua pekerjaan harus tetap tuntas, pengawasan terus dilakukan," tegasnya.
Jika ditemukan pelanggaran, ASN akan dikenai sanksi sesuai aturan, termasuk pengurangan tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Pantauan di sejumlah kantor pemerintahan menunjukkan suasana relatif sepi pada hari pertama penerapan WFH. Di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan, misalnya, dari total 60 ASN hanya 14 pegawai yang bekerja dari kantor.
"Sepi pak. Tapi kita tetap bekerja seperti biasanya. Koordinasi melalui seluler tetap kami lakukan dengan mereka yang bekerja di rumah," kata Saleh, salah satu ASN di DPRKP. (*)
Next News

Apresiasi Buku Miftahur Rozaq, Bawaslu Jatim: Buku Ini Kawinkan 18 Tahun Pengalaman Mahal Penyelenggara Pemilu
6 hours ago

Meski WFH, ASN Daratan dan Kepulauan di Sumenep Lakukan Kerja Bakti Serentak
6 hours ago

Tolak Wacana Pemilihan Lewat DPRD, Rektor UTM: Esensi Demokrasi Adalah Kedaulatan Rakyat
9 hours ago

Terinspirasi dari Literasi Pesantren, Miftahur Rozaq Launching Buku 'Di Balik Layar Demokrasi'
9 hours ago

Kecelakaan Maut di Camplong Sampang, Seorang Perawat Meninggal Dunia
10 hours ago

Mobil Avanza di Bangkalan Tercebur ke Sungai
10 hours ago

Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, STS Kalbut Sebagai Urat Nadi Energi Indonesia
10 hours ago

Harga Melonjak, Pemkab Sumenep Kaji Kemungkinan Bahan Pengganti Plastik
19 hours ago

Harga Plastik Naik, Pengusaha Tempe di Pamekasan Beralih ke Daun Pisang
a day ago

WFH Pertama, Kantor di Bangkalan Nyalakan Listrik di Satu Ruang Kerja
a day ago





