Siswi SMP di Pamekasan Dibully Saat MPLS, Pelaku Hanya Dapat Teguran Ringan
Ach. Mukrim - Monday, 11 August 2025 | 06:44 PM


salsabilafm.com – Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi korban bullying oleh teman sekelasnya saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Aksi perundungan itu terekam kamera dan viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 36 detik yang beredar, terlihat pelaku berinisial P, siswi kelas IX, melakukan kekerasan fisik terhadap korban berinisial S di dalam ruang kelas. P menampar kepala korban hingga tiga kali, memukul bagian perut, serta menarik jilbab korban. Meskipun beberapa teman sempat mencoba melerai, pelaku tetap melanjutkan aksinya, sementara korban tidak melakukan perlawanan.
Plt Kepala SMPN 2 Pademawu, Suharyono, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa kejadian terjadi pada Senin (15/7/2025) lalu dan langsung ditindaklanjuti setelah dilaporkan oleh korban kepada guru Bimbingan Konseling (BK).
"Sesuai aturan, kami memberlakukan sanksi ringan berupa teguran kepada siswi tersebut, karena ini merupakan pelanggaran pertama yang dilakukan," ujar Suharyono, Senin (11/10/2025).
Pihak sekolah juga memastikan bahwa kedua siswa, baik pelaku maupun korban, kini telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Selain itu, sekolah telah berkunjung ke rumah korban untuk melakukan mediasi secara kekeluargaan.
"Kami dari sekolah juga sudah berkunjung ke rumah siswi yang menjadi korban," ucapnya.
Menanggapi kasus ini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, M. Ridwan, menegaskan pentingnya optimalisasi peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKS) di setiap sekolah.
"Kejadian ini sudah ditangani pihak sekolah, termasuk melakukan mediasi dengan keluarga korban dan pelaku, serta mendampingi proses perdamaian dengan bantuan KPAI. Keduanya sudah berdamai melalui proses pembinaan dan konseling," ujarnya.
Ridwan menambahkan, pihaknya terus mengingatkan seluruh sekolah agar mengaktifkan dan mengintensifkan kerja tim TPPKS guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.
"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Semoga tidak terulang kembali. Maka dari itu, kami dorong seluruh sekolah untuk menggerakkan TPPKS secara konsisten," pungkasnya. (*)
Next News

Injak Alquran saat Live Tiktok, Perempuan di Pamekasan Ditahan Polisi
2 days ago

Perawat Puskesmas di Sumenep Dibekuk Polisi, Diduga Simpan Sabu di Tas
2 days ago

Bendahara RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Ditetapkan Tersangka, Rugikan Negara Rp5 Milyar
3 days ago

Oknum Polisi di Sampang Dilaporkan ke Propam, Diduga Gelapkan Dokumen Kendaraan dan Uang Warga
3 days ago

Ketahuan Bawa Sabu, 2 Pria di Pulau Sapeken Sumenep Diamankan Polisi
16 days ago

Remaja 16 Tahun di Bangkalan Diduga Dihamili Kakek Sendiri
23 days ago

Pukul Tetangga Pakai Linggis hingga Tewas, Kakek di Sampang Terancam Penjara Seumur Hidup
a month ago

Polisi Temukan Puluhan Botol Miras di Toko Kelontong Sumenep
a month ago

3 Pemuda di Bangkalan Ditangkap Polisi saat Pesta Sabu
a month ago

Terungkap! Motif Pria Habisi Mertua di Sampang Gegara Suara Sound System
a month ago




