Penanganan Kasus Pelecehan di Sampang Jadi Perhatian, Edukasi kepada Siswa Ditingkatkan
Syabilur Rosyad - Wednesday, 29 April 2026 | 03:40 AM


salsabilafm.com - Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan publik. Setidaknya sejak awal tahun 2026 Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPPA) mencatat kekerasan terhadap perempuan sebanyak 11 kasus telah dilaporkan.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Sampang, Mas'udi Hadiwijaya, menyampaikan, pihaknya tengah menggencarkan upaya edukasi di lingkungan sekolah sebagai langkah preventif.
"Kami saat ini intens melakukan sosialisasi ke seluruh sekolah. Peran guru sangat penting dalam memberikan edukasi kepada siswa, khususnya terkait kenakalan remaja dan perilaku menyimpang," ujar Mas'udi, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, pendekatan pendidikan menjadi kunci utama dalam membentuk karakter siswa agar lebih memahami batasan perilaku serta risiko dari tindakan yang melanggar norma sosial dan hukum. Dia menegaskan, materi edukasi tidak hanya disampaikan melalui satu mata pelajaran saja, melainkan terintegrasi dalam berbagai bidang.
"Kami dorong melalui Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, serta kegiatan-kegiatan pembinaan lainnya. Bahkan, kami juga berkolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk memberikan pemahaman langsung kepada siswa," tambahnya.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memberikan perspektif yang lebih luas kepada pelajar, terutama terkait konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual.
Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Sampang juga menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan melalui edukasi langsung ke sekolah-sekolah. Kapolres Sampang AKBP Hartono melalui Kasi Humas AKP Eko Puji Waluyo menyampaikan, kegiatan penyuluhan telah rutin dilakukan oleh jajaran kepolisian.
"Polres Sampang membenarkan apa yang disampaikan oleh Kacabdin. Selama ini, melalui Sat Binmas dan Polsek jajaran, kami rutin memberikan edukasi kepada siswa, khususnya setiap upacara hari Senin di sekolah-sekolah," jelas Eko.
Dia menerangkan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur kepolisian, mulai dari Kasat Binmas hingga jajaran Polsek, termasuk kapolsek dan bhabinkamtibmas yang turun langsung ke lapangan.
"Kalau dari Polres melalui Binmas, sedangkan dari Polsek biasanya kapolsek atau bhabinkamtibmas yang memberikan pembinaan secara langsung kepada siswa," imbuhnya.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencakup berbagai isu penting, seperti kenakalan remaja, bahaya pergaulan bebas, hingga konsekuensi hukum dari tindakan kriminal, termasuk kekerasan seksual.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka kasus yang terjadi, sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga diri dan menghormati orang lain.
Namun demikian, berbagai pihak menilai bahwa upaya edukasi saja belum cukup. Penanganan kasus yang tegas dan transparan juga menjadi faktor penting dalam memberikan efek jera serta keadilan bagi korban.
Masyarakat pun berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, serta keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. (Syad)
Next News

Kepergok Curi Motor di Depan Apotek, Pencuri Diamuk Warga Bangkalan
4 days ago

3 Pemuda Nekat Curi Trafo di Akses Suramadu, 2 Ditangkap Polisi
4 days ago

2 Pengguna Narkoba Jenis Sabu di Sumenep Ditangkap Polisi
4 days ago

Diduga Setubuhi Santri di Bawah Umur 2 Kali, Warga Sumenep Diringkus Polisi
7 days ago

Motif Pembunuhan Nelayan di Sampang Terkuak, Korban Diduga Jadi Penyebab Ibu Pelaku Meninggal
7 days ago

Nelayan di Camplong Sampang Tewas Diduga Dianiaya, Pelaku Masih Diburu
8 days ago

Pakai Truk Tangki Air, 1,59 Juta Rokok Bodong Asal Pamekasan Dibekuk di Semarang
9 days ago

Residivis Narkoba di Bangkalan Simpan Sabu dalam Kotak Kayu di Kamar Mandi
9 days ago

Kafe di Sumenep Dirazia, 48 Botol Miras Disita Polisi
10 days ago

Aksi Santai Maling di Bangkalan Madura, Selepas Beraksi Mereka Ngopi dan Makan Nasi Goreng di TKP
10 days ago





