Kamis, 21 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Relawan Global Sumud Flotilla dan 9 WNI Dibebaskan Israel

Redaksi - Thursday, 21 May 2026 | 09:55 AM

Background
Relawan Global Sumud Flotilla dan 9 WNI Dibebaskan Israel
Pasukan Israel saat mencegat armada relawan Global Sumud Flotilla. (globalsumudflotilla.or/)

salsabilafm.com,- Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyatakan pihak keamanan Israel telah membebaskan para relawan armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF), termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan.


Dilansir CNN Indonesia, para relawan yang dibebaskan terdiri dari delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC). Sebelumnya mereka sempat ditahan di Penjara Ktziot, Israel.


Dalam keterangan resmi GPCI yang diterima CNN Indonesia, para relawan saat ini sedang menjalani proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.




"Tim hukum terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dari Israel dengan aman tanpa penundaan tambahan," tulis pernyataan GPCI.


GPCI menyebut situasi masih terus berkembang dan proses pemulangan para relawan masih dipantau melalui jalur hukum, diplomatik, serta jaringan internasional pendukung armada kemanusiaan tersebut.




"Situasi masih dinamis dan proses pemulangan terus dipantau oleh tim hukum, jalur diplomatik, serta jaringan internasional pendukung flotilla," lanjut pernyataan itu.

Kabar pembebasan tersebut juga dikonfirmasi Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsabandy, kepada CNN Indonesia pada Kamis (21/5/2026).


Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan, pemerintah Indonesia masih terus melakukan upaya pembebasan terhadap sembilan WNI relawan GSF yang sebelumnya ditahan Israel.




Diketahui, para relawan tersebut tergabung dalam misi kemanusiaan internasional menuju Gaza, Palestina, untuk membawa bantuan dan menyuarakan solidaritas bagi warga sipil yang terdampak konflik. (*)