3 Kambing Terindikasi Menderita Penyakit Orf, Ditemukan di Lapak Kurban Sumenep
Redaksi - Wednesday, 20 May 2026 | 07:06 AM


salsabilafm.com - Tiga kambing yang terindikasi menderita penyakit orf ditemukan dijual di lapak hewan kurban di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (19/5/2026). Kambing tersebut ditemukan saat tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di sejumlah lapak penjualan kurban.
Kepala Bidang Pengawasan Kesehatan Hewan DKPP Sumenep Sulfa mengatakan, tiga kambing itu mengalami gejala penyakit orf yang menyerang bagian bibir dan mulut.
"Dari hasil pemeriksaan di beberapa lapak, kami menemukan tiga kambing yang terindikasi terkena penyakit orf," kata Sulfa.
Menurut Sulfa, kambing yang sakit langsung diminta dipisahkan dari hewan kurban lain karena penyakit tersebut mudah menular. "Sudah kami minta untuk dilokalisir atau dipisahkan dari kambing lain," ujarnya.
Dia menjelaskan, orf merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan virus parapox dan umumnya menyerang kambing maupun domba.
Gejala penyakit ini ditandai munculnya luka seperti kerak atau lepuhan di sekitar bibir dan mulut hewan.
Selain menular antarhewan, virus orf juga dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan luka hewan yang terinfeksi.
Meski penyakit tersebut dapat disembuhkan, DKPP tidak menyarankan kambing yang pernah terjangkit orf kembali dijual sebagai hewan kurban.
"Penyakit ini memang bisa sembuh, tetapi tidak kami sarankan untuk dijual lagi," kata Sulfa.
DKPP Sumenep mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban menjelang Iduladha. Warga diminta memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan.
Menurut Sulfa, masyarakat perlu memastikan hewan sudah cukup umur, yakni minimal satu tahun untuk kambing atau domba dan minimal dua tahun untuk sapi.
Selain itu, hewan juga harus bebas cacat fisik, tidak pincang, tidak buta, aktif bergerak, bermata jernih, berbulu bersih, dan memiliki nafsu makan baik.
"Dan memiliki nafsu makan yang baik," pungkas dia. (*)
Next News

Sidang Pleno Tatib Muktamar ke-35 NU Dimulai, Pemilihan Ketum PBNU Dibahas Usai Persidangan Komisi
in 4 hours

Kebakaran 4 Lokasi di Sampang dalam Sehari, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah dan Rumput
21 hours ago

Target Pengerjaan Akhir Agustus, Proyek Pagar Labkesmas Sampang Rp541 Juta Belum Teken Kontrak
a day ago

Sekdes di Bangkalan Ancam Warga dengan Celurit, Diduga Karena Tersinggung
a day ago

Muktamar Ke- 35, Gus Yahya Tegaskan NU Didirikan untuk Mengukuhkan NKRI
a day ago

Buka Muktamar Ke 35, Prabowo: NU Berperan Besar Menjaga Stabilitas dan Masa Depan Bangsa
a day ago

Prabowo Minta Jasa Ulama dan Kiai Kampung Tak Dilupakan
a day ago

Sore Ini, Presiden Prabowo Akan Buka Muktamar ke-35 NU
a day ago

Peserta Muktamar NU 2026 Dipantau Pakai Chip dan AI
a day ago

Muktamar ke-35 NU, PCNU Sampang Serahkan Usulan AHWA Bersegel
18 hours ago





