Kontrak Pengolahan TPST Berakhir, Sampah di Bangkalan Kembali Menggunung
Redaksi - Wednesday, 20 May 2026 | 07:01 AM


salsabilafm.com - Kontrak pengolahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di area Pasar Ki Lemah Duwur (KLD) berakhir. Akibatnya, sampah di Kabupaten Bangkalan kembali menggunung tidak terolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Bangkalan, Achmad Siddik mengatakan, pengolahan sampah di lokasi tersebut telah berakhir pada Kamis (7/5/2026) lalu. Akibatnya, tumpukan sampah di lokasi itu tidak terolah.
Kondisi tersebut bertambah parah karena Pemerintah Kabupaten Bangkalan tidak memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akibatnya, sampah ditampung sementara di lokasi bekas TPST itu.
"Sementara ditaruh di sana (bekas TPST), kita juga taruh kontainer di sana," ungkapnya, Rabu (20/5/2026), dilansir dari Kompas.
Dia mengatakan, saat ini pemerintah masih mencari lahan yang bisa digunakan sebagai TPA sementara untuk bisa membuang sampah rumah tangga tersebut.
"Rencananya di Desa Campor, Kecamatan Arosbaya. Namun masih menunggu izin dari kepala desa dan camat. Kalau pemilik lahan sudah menghendaki," ucapnya.
Selain itu, terkait rencana penggunaan lahan Terminal Tipe A di akses Suramadu hingga kini masih belum bisa digunakan karena masih menunggu pembelian mesin pengolahan sampah.
"Sedangkan untuk di Sepulu itu, kita masih harus pembebasan lahan, insya Allah bulan Juni. Setelah itu harus dianggarkan untuk akses jalannya. Baru bisa penganggaran beli mesin," imbuhnya.
Dalam satu hari produksi sampah rumah tangga di area Bangkalan mencapai 100 ton. Untuk mengolah ratusan sampah itu, Pemkab harus menyediakan 3 tempat pengolahan sampah dengan kapasitas masing-masing tempat sebanyak 30 sampai 40 ton sampah.
"Itu hanya di area kota saja. Kalau untuk total se-Bangkalan bisa mencapai 400 ton sehari," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung pasar KLD, Khatimah (36) mengaku mulai terganggu dengan bau busuk sampah di lahan bekas TPST yang terletak di samping pasar.
"Baunya itu dari depan loket parkir saja sudah tercium. Jadi mau belanja makin tidak nyaman karena baunya busuk," tuturnya.
Dia berharap pemerintah segera menemukan solusi dan pengolahan sampah tidak lagi berdekatan dengan pasar.
Apalagi, di pasar tidak hanya menjual makanan mentah namun juga makanan siap saji.
"Selain itu, lokasi itu dekat dengan Bangkalan Plaza, kalau pasar dan plaza ini nanti jadi bau, kita juga tidak mau ke sini lagi," pungkasnya. (*)
Next News

Kandang dan Dapur Warga Ketapang Sampang Terbakar, 2 Sapi Terpanggang
11 hours ago

Diduga Sopir Mikrosleep, Mobil Ertiga Tabrak Tiang di Jrengik Sampang
14 hours ago

Bocah 4 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Penampungan Air Tembakau di Sampang
14 hours ago

Proyek Rabat Beton Rp177 Juta Belum Digarap, Lurah di Sampang Sebut Pelaksana Masih Antre Material
14 hours ago

82 Desa di Pamekasan Terdampak Kekeringan
14 hours ago

Ojol di Sampang Bebas Tunggakan Pajak dan Insentif 20 Persen
14 hours ago

Imbau Cek Antrean Haji Mandiri, Kemenhaj Sampang: Cukup Pakai 10 Digit Nomor Porsi
14 hours ago

Pawai HUT RI di Pulau Mandangin, Siswa SD Bawa Atribut MBG yang Belum Terealisasi
2 days ago

Pagar Labkesmas Sampang Dianggarkan Rp541,6 Juta, CV Brahmana Jaya Jadi Pemenang Tender
2 days ago

Polemik Soal Pasien PAPS di RSMZ Sampang, DPRD Desak BPJS Segera Beri Kepastian
2 days ago



