Minggu, 17 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Cuaca Mendung, Hilal 1 Dzulhijjah 1447 H di Sampang Tak Terlihat

Ach. Mukrim - Sunday, 17 May 2026 | 08:26 AM

Background
Cuaca Mendung, Hilal 1 Dzulhijjah 1447 H di Sampang Tak Terlihat
Proses pemantauan hilal di Pelabuhan Taddan, Camplong, Sampang (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Kabupaten Sampang menyatakan belum berhasil melihat hilal dalam pelaksanaan rukyatul  hilal penentuan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Pelabuhan Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada Minggu (17/5/2026). 


Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Kabupaten Sampang, Husnan, mengatakan, kondisi cuaca mendung tebal disertai kabut di ufuk barat menjadi faktor utama gagalnya pengamatan.


"Untuk hasil rukyatul hilal di Pelabuhan Taddan Sampang hari ini bisa kami sampaikan bahwa hilal tidak berhasil terlihat. Kendala utama adalah cuaca mendung dan kabut yang sangat tebal di ufuk barat," kata Husnan di lokasi pengamatan.




Dia menjelaskan, seluruh tahapan pengamatan telah dilakukan sesuai prosedur, mulai dari persiapan alat hingga observasi langsung saat matahari terbenam. Namun, kondisi langit yang tidak mendukung membuat hilal tidak dapat diamati secara visual.


Meski tidak berhasil diamati secara visual, namun secara hisab posisi hilal disebut telah memenuhi kriteria imkanur rukyah. Data perhitungan menunjukkan ketinggian hilal sekitar 4 derajat 14 menit dengan elongasi sekitar 9,9 derajat 54 menit. 




"Secara teoritis, kondisi tersebut masih memungkinkan hilal terlihat apabila atmosfer dalam keadaan cerah," jelasnya. 


"Kondisi lapangan tidak mendukung. Kabut tebal yang menyelimuti horizon membuat cahaya hilal tidak dapat tertangkap oleh mata maupun peralatan optik yang digunakan tim," sambungnya.


Husnan menyampaikan, waktu matahari terbenam tercatat sekitar pukul 17.16 WIB, sementara waktu hilal diperkirakan berada di sekitar 17.38 WIB. Dengan kondisi tersebut, jarak waktu yang singkat ditambah cuaca buruk semakin menyulitkan proses pengamatan.




"Kesimpulannya, untuk wilayah Sampang pada sore hari ini hilal tidak dapat teramati karena faktor cuaca. Secara hisab sebenarnya sudah memenuhi kriteria, namun kondisi alam tidak mendukung," jelasnya.


Dia memaparkan, rukyatul hilal ini merupakan bagian dari rangkaian penentuan awal bulan Dzulhijjah yang memiliki peran penting dalam penetapan Hari Raya Iduladha serta pelaksanaan ibadah haji umat Islam. Hasil pengamatan dari berbagai titik di Indonesia nantinya akan dihimpun dan dibahas dalam sidang isbat yang digelar oleh pemerintah.




Dalam sidang tersebut, pemerintah akan menggabungkan dua pendekatan, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung), sebelum menetapkan secara resmi awal bulan Hijriah yang berlaku secara nasional.


Dengan tidak terlihatnya hilal di Sampang, hasil ini akan menjadi salah satu data pembanding dalam proses penentuan awal Dzulhijjah di tingkat nasional. Meski demikian, keputusan final tetap menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI.


Dia mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah dan tidak mengambil kesimpulan sendiri terkait penetapan tanggal penting dalam kalender Hijriah.




"Untuk penetapan awal bulan kita menunggu hasil sidang isbat yang akan dilaksanakan malam ini oleh pemerintah," pungkasnya. (Mukrim)