Jumat, 18 September 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus 2026

Redaksi - Friday, 18 September 2026 | 06:56 AM

Background
 Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus 2026
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Istimewa/)

salsabilafm.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mencatat realisasi transfer ke daerah atau TKD mencapai Rp504,3 triliun hingga Agustus 2026.

Angka tersebut setara 72,8 persen dari pagu awal TKD dalam APBN 2026 sebesar Rp693 triliun. Namun, setelah mendapat tambahan anggaran, total alokasi TKD 2026 kini mencapai Rp715,34 triliun.


"Belanja TKD, kinerjanya adalah telah disalurkan Rp504,3 triliun kepada alokasi TKD," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).




Pemerintah menambah Rp10,6 triliun untuk penanganan bencana di Sumatera dan Rp18,9 triliun untuk kebutuhan non-bencana. Dengan pagu terbaru tersebut, realisasi TKD hingga Agustus mencapai sekitar 70,5 persen.


Suahasil mengatakan penyaluran TKD terus didorong seiring membaiknya penyerapan anggaran dan capaian output pemerintah daerah.


Pemerintah juga mengubah mekanisme penyaluran tunjangan guru. Tunjangan yang sebelumnya diberikan setiap triwulan kini disalurkan secara bulanan sehingga turut mendorong penyaluran TKD.




Selain itu, peningkatan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dilakukan untuk mendukung pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) di daerah.


TKD juga diarahkan untuk pemerataan layanan publik, terutama sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.




Di sektor pendidikan, TKD digunakan antara lain untuk mendukung Tunjangan Profesi Guru (TPG), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta BOP PAUD.

Sementara di sektor kesehatan, anggaran digunakan untuk mendukung penguatan 50 RSUD.


Untuk infrastruktur, TKD antara lain membiayai pembangunan dan perluasan sistem penyediaan air minum serta penanganan jalan.




Selain itu, TKD menopang pembayaran gaji sekitar 4,3 juta ASN daerah.


"Ini yang akan kita lihat terus, kita salurkan secara tepat waktu sehingga pemerintah daerah bisa terus menjalankan kegiatan pemerintah daerah," kata Suahasil.(*)