Realisasi PAD Retribusi Parkir Minim, DPRD Sampang Duga Ada Kebocoran
Ach. Mukrim - Friday, 19 September 2025 | 04:22 PM


salsabilafm.com – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sampang dari sektor retribusi layanan parkir hingga pertengahan tahun 2025 dinilai belum signifikan. Capaian retribusi selama enam bulan pertama bahkan belum mencapai separuh dari target yang ditetapkan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari salsabilafm.com, target PAD dari sektor retribusi parkir tahun ini dipatok sebesar Rp 4,55 miliar. Target tersebut terdiri dari dua sumber utama, yaitu retribusi parkir tepi jalan umum sebesar Rp 3,5 miliar dan retribusi parkir di area khusus sebesar Rp 1,05 miliar.
Namun hingga akhir Juni 2025, realisasi penerimaan dari sektor tersebut baru mencapai total Rp 1.535.712.000 atau sekitar 33,7 persen dari target. Perinciannya, retribusi parkir tepi jalan umum baru menyumbang Rp 1.229.135.000 (35 persen), dan retribusi parkir area khusus sebesar Rp 306.577.000 (29 persen).
Kondisi ini memantik sorotan dari Ketua Komisi II DPRD Sampang, Alan Kaisan. Ia menilai rendahnya capaian tersebut mengindikasikan adanya kebocoran dalam sistem pengelolaan retribusi parkir.
"Retribusi parkir ditengarai tidak disetor sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Saya minta didata ulang dan optimalkan penagihannya," tegas Alan saat ditemui Jum'at (18/9/2025).
Menurutnya, selama pengelolaan parkir tidak dilakukan secara tertib dan sesuai regulasi, maka potensi kebocoran akan terus terjadi. Ia meminta pemerintah daerah bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan parkir.
"Pemerintah harus bertindak tegas jika ada oknum yang mengambil keuntungan sepihak dari layanan parkir yang dikelola pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang, Hery Budiyanto, menjelaskan, pihaknya terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan capaian retribusi parkir.
"Kami sudah menerapkan sistem parkir berlangganan dan menarik setoran harian dari para juru parkir (jukir). Langkah ini kami lakukan untuk menutup potensi kebocoran," jelasnya.
Hery menegaskan, Dishub akan terus mengevaluasi sistem pengelolaan parkir serta memperkuat pengawasan terhadap pelaksana di lapangan agar target PAD dapat tercapai hingga akhir tahun. (Mukrim)
Next News

Puting Beliung Terjang Sunenep, 27 Rumah Rusak dan 6 Warga Luka-luka
15 hours ago

Dana Transfer Seret, DPRD Sampang Desak Pemda Genjot Inovasi PAD
15 hours ago

Fakta Baru Terungkap, Lahan SDN Batoporo Timur 1 Bukan Aset Pemkab Sampang
15 hours ago

Angin Kencang, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum di Pamekasan Rusak
17 hours ago

Warga Desa di Pamekasan Gotong Royong Perbaiki Jalan Ambles Akibat Longsor
17 hours ago

Gunakan Inovasi Robotik, Antrean Pasien di RSUD Syamrabu Bangkalan Berhasil Dipangkas
17 hours ago

Zaki Ubaidillah Pebulu Tangkis Asal Sampang Juara Thailand Masters 2026
17 hours ago

Jadi Kawasan Rawan, Warga Sampang Minta JLS Dipasangi Kamera Pengawas
17 hours ago

Mobil BMW Terbakar di Sampang, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
17 hours ago

Siswa TK di Pamekasan Nyaris Terlindas Mobil MBG
3 days ago





