Puncak Peringatan HSN 2025, Bupati Sampang Tekankan Kolaborasi Ulama dan Pemerintah
Ach. Mukrim - Saturday, 01 November 2025 | 12:49 PM


salsabilafm.com – Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang di Alun-Alun Trunojoyo, Jumat (31/10/2025), berlangsung meriah dan khidmat. Ribuan santri dari berbagai pesantren dan wilayah di Kabupaten Sampang hadir memeriahkan acara.
Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dan mengapresiasi antusiasme warga. Ia mengatakan, peringatan Hari Santri tahun ini sangat istimewa karena bertepatan dengan 10 tahun Hari Santri. Menurutnya, sudah sangat layak menjadikan Sampang sebagai "Kota Santri" dinilai dari banyaknya santri yang ada di kabupaten tersebut.
"Alhamdulillah, acara Hari Santri tahun ini luar biasa meriah. Selama lima tahun terakhir, kegiatan serupa belum pernah digelar. Di periode kedua ini, kita bisa merasakan kebersamaan antara pemerintah, ulama, dan santri," ujarnya.
Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah dalam pembangunan daerah. Ia memastikan semua program pembangunan dan anggaran daerah diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Contohnya, anggaran kesehatan sebesar 56 miliar rupiah disiapkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk dukungan untuk guru ngaji dan penyandang disabilitas.
"Daripada menikmati gaji dan tunjangan, saya lebih memilih mengalokasikan anggaran untuk masyarakat, khususnya kesehatan yang sangat penting bagi rakyat," jelas Bupati.
Slamet Junaidi juga menyampaikan beberapa fokus pembangunan di Kabupaten Sampang, antara lain, menjadikan Sampang sebagai tujuan wisata religi dan kuliner, sekaligus destinasi pencerahan bagi masyarakat dari kabupaten sekitar. Mendorong UMKM lokal agar produktif dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Selain itu, peningkatan fasilitas publik, seperti pembangunan Alun-Alun Trunojoyo, yang diambil dari efisiensi anggaran OPD," ucapnya.
Ia menegaskan, perlunya menjaga fasilitas publik agar tidak dirusak. Meski menerima kritik atau masukan dari masyarakat, perusakan tidak dibenarkan. Menurutnya, insiden perusakan sebelumnya terjadi karena orang yang tidak bertanggung jawab, dan hal itu harus dipisahkan dari demonstrasi atau kritik yang sah.
Dia mengkapkan, pentingnya keamanan dan ketertiban selama pembangunan, serta memastikan bahwa program-program yang dijalankan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. "Kami berharap dengan dukungan para ulama dan santri, Kabupaten Sampang akan terus maju dan program pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
14 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
15 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
15 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
15 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
15 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
15 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
15 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
15 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
15 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
2 days ago





