Sabtu, 8 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Puluhan Penyandang Disabilitas di Sampang Ikuti Pelatihan Mushaf Qur'an Isyarat

Redaksi - Saturday, 08 August 2026 | 05:55 AM

Background
Puluhan Penyandang Disabilitas di Sampang Ikuti Pelatihan Mushaf Qur'an Isyarat
Foto bersama pemateri pelatihan Mushaf Isyarat Qur'an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kemenag RI. (Badri/Salsa/)

salsabilafm.com - Komunitas Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Sampang, menggelar Pelatihan Mushaf Qur'an Isyarat bertema "Membuka Pintu Cahaya Al-Qur'an Tanpa Suara" pada Sabtu (8/8/2026) di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang. Pelatihan diikuti oleh puluhan penyandang disabilitas setempat. 


Hadir pada kesempatan itu, Pemateri Mushaf Isyarat Qur'an Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kemenag RI, ustadzah Maskurun, Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz, Camat Sampang, Disperinaker dan Baznaz. 


Ustadzah Maskurun, pemateri Mushaf Isyarat Qur'an, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kemenag RI, mengungkapkan, pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dalam membaca Al-Qur'an menggunakan bahasa isyarat secara cepat dan mudah.




Pelatihan itu, kata dia, merupakan gebrakan baru untuk teman-teman disabilitas tunarungu. Sebabnya, dia berharap pemerintah Sampang dapat mendukung kegiatan tersebut. 


"Pelatihan ini sangat penting, karena banyak yang ingin membaca Alqur'an tapi tidak bisa belajar, jadi melalui isyarat Hijaiyah tangan ini semoga bisa cepat untuk membaca Alqur'an," jelasnya.




Dia juga mengajak semua masyarakat agar lebih peduli terhadap akses pendidikan Al-Qur'an bagi penyandang disabilitas tunarungu. Menurutnya, setiap muslim memiliki hak yang sama untuk belajar dan memahami Al-Qur'an.


"Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat membuka wawasan saudara-saudara tunarungu agar semakin dekat dengan Al-Qur'an, serta tumbuh menjadi generasi Qurani yang meneladani jalan Nabi Muhammad SAW," ujarnya.


Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfud menyampaikan apresiasi dan komitmen pemerintah dalam mendukung hingga memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak ingin ada masyarakat yang merasa terpinggirkan, apapun latar belakang mereka.




"Secara pribadi saya bahagia dan bersyukur bisa memfasilitasi temen-temen tunarungu dan saudara saudara disabilitas di kabupaten Sampang. Kami mempersilahkan untuk memberikan ruangan, bangunan, atau tempat dalam kegiatan pelatihan ini," ujarnya.


Dia juga berpesan kepada penyandang disabilitas, baik tunarungu dan penyandang disabilitas lainnya, untuk tidak berkecil hati dengan perbedaan hingga kondisi yang dimiliki. Sebab, setiap kekurangan yang dimiliki terdapat kelebihan yang belum tentu orang normal lain miliki.




"Saya yakin teman-teman semua mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki orang lain. Jangan pernah berkecil hati dengan apa yang ada pada diri sendiri, mungkin di satu sisi kita memiliki kekurangan, tetapi di sisi lain akan ada kelebihan," pesannya. (Bad)