Sabtu, 8 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pengembangan Industri China Bakal Dilaksanakan di Bangkalan, Bupati: Akan Menyerap Ribuan Pekerja Lokal

Redaksi - Friday, 07 August 2026 | 07:34 AM

Background
Pengembangan Industri China Bakal Dilaksanakan di Bangkalan, Bupati: Akan Menyerap Ribuan Pekerja Lokal
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Pemerintah telah menandatangani Strategic Cooperation Framework Agreement antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park di Jakarta, Rabu (5/8/2026). Pengembangan industri dari China itu direncanakan akan dilaksanakan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. 


Bupati Bangkalan, Lukman Hakim mengatakan, disepakatinya kerja sama itu membawa angin segar bagi wilayahnya. Diharapkan, melalui pengembangan industri tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja.


Investor dari China itu diperoleh setelah Bupati Bangkalan melakukan presentasi potensi industri yang bisa dikembangkan di Bangkalan. Dari situlah, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia melirik dan mendapatkan investor dari China.




"Alhamdulillah itu disambut baik dan mendapatkan investor untuk membangun industri padat karya," ucapnya, Jumat (7/8/2026).


"Dari Menko kemarin juga sudah menandatangani kerja sama tersebut dengan salah satu klaster industri yang ada di China," sambungnya.




Kata Lukman, kerja sama itu juga ditindaklanjuti dengan menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan industri. Bahkan, tim konsultan khusus sudah didatangkan untuk melakukan kajian tersebut. 


"Sudah dilakukan kajian, mulai dari kontur tanah, kebutuhan air, pasokan listrik dan semua kebutuhan industri lainnya. Sehingga bisa memenuhi syarat untuk dijadikan wilayah industri," jelasnya.


Dia mengatakan, industri padat karya itu nantinya sepenuhnya dibiayai oleh pihak swasta dan non APBD. Direncanakan, industri yang akan dibangun yakni berupa pabrik tekstil, pabrik plastik, pabrik coklat dan lainnya.




Untuk bisa merealisasikan rencana industri itu, pihaknya akan menyediakan lahan seluas 1.000 hingga 3.000 hektare. Ribuan lahan itu nantinya akan menyerap ribuan pekerja lokal di Bangkalan dan Madura. 


"Itu semua akan membutuhkan banyak pekerja dan nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal," katanya. 




Meski begitu, sampai saat ini Lukman masih belum menyebutkan rencana lokasi industri tersebut akan dibangun. Namun, dia memastikan lahan bakal industri sudah disiapkan. 


"Nanti pada waktunya akan kami sampaikan saat ground breaking. Kami sangat butuh dukungan semua lapisan masyarakat, ini untuk kepentingan bersama, untuk masyarakat Bangkalan ke depan," tuturnya. 


Tak hanya itu, Lukman juga akan mengusulkan kawasan industri tersebut bisa menjadi Program Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). 




Lukman menargetkan industri-industri dari China itu bisa segera dibangun pada awal 2027 nanti. Sehingga, penyerapan tenaga kerja bisa segera dilakukan dan perekonomian di Bangkalan bisa terus berkembang. 


"Target 2027 ada yang sudah jalan dan dibangun," pungkas Lukman. (*)