Selasa, 4 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Antrean di SPBU Masih Mengular, Pemkab Sampang Usulkan Tambahan Kuota BBM Bersubsidi

Ach. Mukrim - Tuesday, 04 August 2026 | 05:47 AM

Background
Antrean di SPBU Masih Mengular, Pemkab Sampang Usulkan Tambahan Kuota BBM Bersubsidi
Antrian Panjang di SPBU 54.692.02. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Antrean panjang kendaraan roda dua maupun empat untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih kerap terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sampang. Salah satunya terlihat di pom bensin 54.692.02 di Jalan Jaksa Agung Suprapto.


Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengusulkan penambahan alokasi BBM bersubsidi kepada PT Pertamina Patra Niaga.


Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Sampang, Abdi Barri Salam mengatakan, langkah itu ditempuh untuk mengurai antrean panjang yang belakangan terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bahari.




Menurutnya, sebelumnya Pemkab Sampang telah memetakan kebutuhan BBM bersubsidi selama satu tahun. Namun, melihat meningkatnya permintaan, pada Juni lalu pemkab kembali mengajukan tambahan kuota kepada Pertamina.


"Juni lalu kami sudah mengajukan penambahan kuota, itu sudah kami koordinasikan dengan Pertamina," katanya, Selasa (4/8/2026). 




Dia menjelaskan, lonjakan permintaan BBM bersubsidi dipicu peralihan masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi setelah pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi.


Pemkab Sampang mengusulkan penambahan kuota sebesar lima persen dari total alokasi tahun ini. Rinciannya, sebanyak 2.000 kiloliter (KL) untuk Pertalite dan 1.500 KL untuk Solar.


"Kuota tambahan ini diharapkan bisa terealisasi tahun ini," ujarnya.




Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan, usulan penambahan kuota BBM bersubsidi telah dikoordinasikan. Di sisi lain, pemerintah juga melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.


"Penyesuaian ini bagian dari mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah," pungkasnya. (Mukrim)