Sabtu, 8 Agustus 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pantau via Udara, Basarnas Tak Temukan Bangkai KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep

Redaksi - Friday, 07 August 2026 | 07:25 AM

Background
Pantau via Udara, Basarnas Tak Temukan Bangkai KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep
Basarnas melakukan doa bersama sebelum melakukan pencarian KM Mutiara Sentosa 2 menggunakan helikopter ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Hasil operasi pantauan udara di perairan wilayah Utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, oleh Tim Basarnas, tidak menemukan bangkai KM Mutiara Sentosa 2. Diduga kapal sudah tenggelam ke dasar laut.


"Tim SAR lakukan pantauan udara dengan menyisir di koordinat kapal terbakarnya, tapi tidak ditemukan bangkai kapal," kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit, Kamis (6/8/2026). 


Penyisiran menggunakan Helikopter tipe HR-1301 untuk mencari keberadaan bangkai KM Mutiara sentosa 2 yang karam, serta kemungkinan adanya korban yang belum ditemukan.




"Pada hari ini, kami melaksanakan searching (pencarian) udara di area perairan utara Madura, di mana merupakan area lokasi kebakaran dari kapal Mutiara Sentosa II menggunakan Heli Rescue 1301 pesawat AW139," katanya.


Sejalan dengan operasi tersebut, Basarnas juga menunggu hasil verifikasi pengaduan penumpang yang belum ditemukan dari KSOP dan perusahaan kapal.




"Sembari kami menunggu verifikasi pengaduan dari para keluarga korban yang mungkin ada yang belum terevakuasi," jelasnya.


Sebelumnya pada Rabu (5/8/2026), KN SAR 249 Permadi juga menyisir di sekitar area lokasi kebakaran KM Mutiara 2, namun belum ada hasil. Dalam operasi kesiapsiagaan ini, lanjut Nanang, ada perbedaan manajemen sumber daya posko yang sebelumnya terpusat di posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak, namun sekarang berada di kesatuan masing-masing.


Meski begitu Nanang memastikan apabila ada laporan korban yang harus dievakuasi akan segera dikomunikasikan ke semua unsur untuk dilakukan penanganan sesuai tugas masing-masing.




"Meski demikian, apabila ada laporan korban yang perlu dievakuasi maka akan dikomunikasikan ke semua unsur posko sesuai fungsi masing-masing," pungkasnya. (*)