Minggu, 7 Juni 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Puluhan Desa di Bangkalan Tolak Beras Banpang Bulog, Diduga Tak Layak Konsumsi

Redaksi - Saturday, 06 June 2026 | 07:06 AM

Background
Puluhan Desa di Bangkalan Tolak Beras Banpang Bulog, Diduga Tak Layak Konsumsi
Beras di dalam karung ( Istimewa/)

salsabilafm.com - Puluhan ton beras Bantuan Pangan (Banpang) dari Bulog ditolak oleh puluhan desa di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Kepala desa menilai, beras tersebut memiliki kualitas buruk sehingga tidak layak dikonsumsi oleh penerima bantuan.


Perwakilan Kepala Desa di Kecamatan Tanah Merah, Zaiqulhak Alfarisi, mengatakan, sejak dua hari yang lalu desanya mendapatkan distribusi bantuan beras untuk masyarakat kurang mampu. Namun, dari kemasan beras berbeda dari sebelumnya. 


"Kemasan sebelumnya bening, sehingga kualitas beras bisa terlihat. Sedangkan yang kami terima kemarin itu kemasannya putih jadi harus dibuka dulu," ujar Kepala Desa Pangeleyan itu, Jumat (5/6/2026).




Alfarisi mengatakan, setelah karung beras dibuka, dia terkejut melihat kualitas beras yang berwarna kuning cenderung coklat. Bahkan, beras tersebut berbau tak sedap. 


"Ini betul-betul tidak layak dikonsumsi. Saya langsung menolak dan dikembalikan lagi ke truk Bulog yang antar," tegasnya.




Dia mengatakan, meski telah mendapat penolakan dari desanya, namun beras yang sama masih dikirimkan kembali ke desa lain di Kecamatan Tanah Merah. 


"Ini barusan di Desa Pettong juga ditolak. Jadi diangkut lagi dikembalikan," katanya.


Alfarisi menyayangkan tindakan petugas Bulog yang tidak memerhatikan kualitas beras tersebut. Apalagi, beras yang dikemas dalam karung seberat 10 kilogram itu akan digunakan sebagai bantuan sosial ke masyarakat. 




"Kita minta agar ini diganti dengan yang layak. Kita tidak bisa terima, masak warga kami mau diberi beras yang jelek. Ini tidak layak konsumsi. Ini sudah seperti pakan ternak," tegasnya. 


Dia mengatakan, penolakan itu terjadi di 23 desa di Kecamatan Tanah Merah. Total bantuan yang disalurkan oleh Bulog diperkirakan sebanyak sekitar 80 ton beras. (*)