YouTube Tidak Akan Bayar Kreator, Begini Aturan Baru Buat Konten
Redaksi - Saturday, 25 July 2026 | 02:50 AM


salsabilafm.com - YouTube memperbarui kebijakan monetisasi Program Mitra Youtube (YPP). Dalam hal ini, perusahaan menguraikan kategori konten apa saja yang tidak memenuhi syarat untuk tidak mendapatkan uang dari platform.
YouTube berupaya memperjelas cara mereka menangani konten-konten yang dibuat AI, tetapi dengan kualitas yang rendah. Termasuk yang minim usaha, berulang dan kurang kreatif.
"Terkadang video-video itu bagus dan benar-benar meningkatkan kreativitas. Dan Anda bisa membuat konten berkualitas tinggi dalam jumlah lebih banyak. Ini yang ingin kami dorong dan miliki di YPP," jelas Kepala Kepercayaan dan Keamanan YouTube, Matt Halprin dikutip dari Tech Crunch, Sabtu (25/7/2026).
"Namun alat baru yang sama itu juga memungkinkan membuat video dengan cepat yang sangat mirip. Video itu sangat umum dan tidak punya alur naratif serta tidak menunjukkan kreativitas. Jadi teknologi yang sama memungkinkan hal-hal hebat, namun juga memungkinkan hal-hal bersifat penambangan konten dan itu yang tidak kami inginkan di YPP," tambah dia.
Lalu apa saja materi konten yang tidak masuk dalam kategori YPP? Salah satunya adalah konten berulang, seperti materi yang dibuat dengan AI, CGI atau template.
Halprin juga mengatakan, video tutorial juga masuk dalam kebijakan ini. Dengan catatan video tersebut bukan konten orisinal, tetapi melakukan reproduksi konten.
Berikutnya adalah konten yang didesain membuat kesedihan atau memanipulasi emosional untuk menaikkan jumlah pohon. Salah satu contohnya adalah video yang menampilkan hewan dalam kesulitan dan diselamatkan seseorang.
Kanal khusus konten tersebut bakal dihapus dari YPP. YouTube juga akan melakukannya jika konten tidak dibuat oleh AI.
Terakhir, konten yang dikecualikan dari YPP adalah yang menargetkan penggunaan persona AI atau representasi seseorang yang nyata dan dibuatkan AI.
YouTube tidak akan memberikan insentif pada kreator dengan persona AI untuk membahas topik yang lebih sensitif, misalnya keuangan, hukum, perawatan kesehatan serta medis. (*)
Next News

Pria di Pamekasan Diamankan Polisi, Tidak Bayar saat Belanja di Toko Kelontong
12 hours ago

Polisi Tangkap 3 Pengedar Sabu di Sumenep, Barang Bukti 0,62 Gram
12 hours ago

Sumur Bor Keluar Gas, ESDA Sumenep ke Lokasi Ambil Sampel Air
12 hours ago

8.187 KPM di Bangkalan Terindikasi Judi Online, 445 Ajukan Sanggah untuk Reaktivasi
12 hours ago

Prabowo Sebut Pemerintah Pusat Akan Ambil Alih Pengangkatan Guru
12 hours ago

Prabowo Sebut Kebocoran Ekspor Indonesia Capai Rp15.000 Triliun
12 hours ago

Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Kamar Mandi
12 hours ago

Nenek Hilang di Sampang Akhirnya Ditemukan Meninggal
12 hours ago

Prabowo Soroti Birokrat yang Disebut sebagai Deep State
12 hours ago

Alokasi Pupuk Bersubsidi 2026 di Sampang Meningkat
a day ago





