Sabtu, 21 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Pimpin Shalat Idulfitri di Alun-Alun Trunojoyo, Kiai Itqon Ajak Jamaah Manfaatkan Waktu dengan Berdzikir

Redaksi - Saturday, 21 March 2026 | 12:00 PM

Background
Pimpin Shalat Idulfitri di Alun-Alun Trunojoyo, Kiai Itqon Ajak Jamaah Manfaatkan Waktu dengan Berdzikir
Ketum MUI Sampang, KH. Moh. Itqan Bushiri saat menyampaikan khutbah shalat idulfitri 1447 H di hadapan Bupati dan Forkopimda. (Rossy/Salsa)

salsabilafm.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, KH Moh Itqan Bushiri, bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan shalat Idulfitri 1447 H/2026 M yang digelar di Alun-Alun Trunojoyo, Sabtu (21/3/2026). Shalat yang dimulai pukul 06.30 Wib itu berlangsung khidmat dan diikuti ratusan warga. 


Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Sampang Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz, Sekretaris Daerah Yuliadi Setiyawan, serta Kapolres Sampang AKBP Hartono.


Dalam khutbahnya, Kiai Moh Itqan Bushiri menekankan pentingnya memaknai waktu sebagai perjalanan spiritual manusia yang terus berputar tanpa henti. Mengutip pendapat Syekh Abdul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi, bahwa waktu bukan sekadar hitungan jam atau hari, melainkan kondisi rohani yang sedang dijalani seorang hamba.




Dia menjelaskan, setiap keadaan yang dihadapi manusia, baik syukur, sabar, takut, maupun harapan harus dijalani dengan penuh kesadaran dan ketundukan kepada Allah SWT. 


"Dalam kondisi lapang, manusia dianjurkan untuk bersyukur, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim yang menjanjikan penambahan nikmat bagi orang yang bersyukur," jelasnya. 




Kiai yang juga menjabat ketua PCNU Sampang itu juga mengingatkan pentingnya kesabaran saat menghadapi ujian, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa kesabaran sejati adalah pada saat pertama kali tertimpa musibah.


Kiai Itqon juga menyoroti fenomena kurangnya waktu untuk berdzikir di tengah kesibukan kehidupan modern. Dia menyebut beberapa faktor penyebabnya, seperti aktivitas duniawi yang padat, kurangnya perencanaan, minimnya kesadaran spiritual, belum terbentuknya kebiasaan berdzikir, serta pengaruh lingkungan yang kurang mendukung.


Menutup khutbahnya, dia mengajak jamaah untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya setelah Ramadan, dengan tetap menjaga keistiqamahan dalam berdzikir dan beribadah. Dia berharap momentum Idul Fitri menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas keimanan dan amal saleh.




"Semoga kita mampu memanfaatkan waktu yang sangat berharga ini untuk terus berdzikir dan istiqamah," pungkasnya. (Sie)