Sabtu, 10 Januari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Perbaikan Alun-Alun Trunojoyo Tertunda, DLH Perkim Sampang Tunggu Anggaran 2026

Ach. Mukrim - Tuesday, 18 November 2025 | 03:39 PM

Background
Perbaikan Alun-Alun Trunojoyo Tertunda, DLH Perkim Sampang Tunggu Anggaran 2026

salsabilafm.com – Upaya perbaikan sejumlah Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang rusak di Alun-Alun Trunojoyo, Kabupaten Sampang, tampaknya harus tertunda hingga tahun 2026. Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) setempat mengakui tidak memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan pada akhir 2025 ini.

Kerusakan fasilitas publik tersebut terjadi saat aksi demonstrasi di depan DPRD Sampang pada Selasa (28/10/2025) lalu yang berujung ricuh. Sejumlah massa aksi merusak fasilitas di alun-alun, termasuk kursi taman, pagar besi, letter box, lampu sorot, taman bunga, hingga photo booth.

Kepala DLH Perkim Sampang, Faisol Ansori, mengatakan, pihaknya masih mengupayakan sumber pendanaan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Namun, menurut dia, kecil kemungkinan perbaikan dapat dilakukan di akhir 2025 karena ketiadaan anggaran.

“Masih dicarikan anggarannya. Kalau tidak bisa tahun ini, kami upayakan tahun berikutnya,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Faisol menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan kebutuhan anggaran perbaikan ke dalam pembahasan Rancangan APBD 2026 yang saat ini masih dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sampang. Jika tak terakomodasi dalam APBD murni, DLH Perkim akan kembali mendorongnya melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.

Sementara itu, Kabid Konservasi dan Pertamanan DLH Perkim Sampang, Prima Adi Wirawan menyebut estimasi kebutuhan dana untuk memperbaiki seluruh sarpras yang rusak mencapai Rp160 juta hingga Rp170 juta. Angka itu dihitung berdasarkan pengadaan awal fasilitas-fasilitas tersebut.

“Tahun ini anggarannya tidak ada, jadi kemungkinan diperbaiki tahun depan,” jelasnya.

Dia menambahkan, selain mengupayakan anggaran dari APBD, pihaknya juga membuka peluang untuk memanfaatkan sumber pendanaan lain seperti Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang ada di Kabupaten Sampang.

Namun, keterbatasan anggaran pemeliharaan taman kota pada 2025 membuat perbaikan sulit untuk diprioritaskan. Anggaran yang tersedia sebagian besar telah terserap untuk memperbaiki fasilitas taman lainnya.

Sementara, warga Sampang, Moh Amin, menyesalkan kerusakan fasilitas publik akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia berharap pemerintah daerah bisa bergerak cepat mencari solusi agar Alun-Alun Trunojoyo kembali dapat dimanfaatkan dengan nyaman oleh masyarakat.

“Pemerintah mungkin bisa menyiasati anggaran lain yang tidak mengganggu anggaran yang sudah disepakati. Misalnya dari CSR,” pungkasnya. (Mukrim)