Sabtu, 7 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

PCNU Sampang Berangkatkan 1.031 Jemaah ke Mujahadah Kubro Malang, Do'akan Keselamatan Bangsa

Ach. Mukrim - Saturday, 07 February 2026 | 08:59 AM

Background
PCNU Sampang Berangkatkan 1.031 Jemaah ke Mujahadah Kubro Malang, Do'akan Keselamatan Bangsa
Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. M. Itqan Bushiri saat melepas rombongan Mujahadah. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang mengirimkan  sebanyak 1.031 jamaah untuk menghadiri perhelatan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu (7/2/2026). Ribuan jemaah ini dilepas langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH. M. Itqan Bushiri, dengan misi tunggal membawa aspirasi doa warga Madura ke kancah nasional.


Kyai Itqan mengatakan, ribuan kader NU ini nantinya akan bergabung dengan ratusan ribu Nahdliyin dari berbagai penjuru tanah air. Menurutnya, partisipasi ribuan warga Sampang ini bukan sekadar menghadiri keramaian, melainkan sebuah misi spiritual besar untuk keselamatan bangsa.


"Keberangkatan kita hari ini ke Malang bukan hanya untuk memenuhi tribun stadion, bukan pula sekadar seremonial. Kita berangkat sebagai satu barisan, membawa amanah doa dari masyarakat Sampang untuk mengetuk pintu langit," katanya.


Ketua PCNU Sampang dua periode itu mengungkapkan, delegasi yang dikirimkan PCNU Sampang merupakan komposisi lengkap yang terdiri dari jajaran pengurus Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, hingga badan otonom (Banom) dan warga Nahdliyin lintas kecamatan.


Kiai Itqan secara khusus juga menitipkan pesan moral agar seluruh jemaah menjaga marwah organisasi selama berada di lokasi acara. Pihaknya meminta 1.031 jemaah tersebut menjadi representasi warga Sampang yang santun dan disiplin.


"Saya titip pesan jagalah nama baik Kabupaten Sampang dan marwah NU. Tunjukkan bahwa warga Sampang adalah pribadi yang santun, tertib, dan sabar. Jadikan setiap zikir yang terucap di sepanjang jalan sebagai wasilah untuk memohon keselamatan bagi daerah kita, para pemimpin kita, dan persatuan NKRI," imbuhnya.


Dia juga menyoroti urgensi Mujahadah Kubro sebagai momentum refleksi batin bagi seluruh kader NU. Menurutnya, doa adalah instrumen utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan zaman yang kian dinamis.


"Di tengah situasi dunia yang penuh tantangan ini, senjata paling ampuh bagi kita adalah doa. Melalui Mujahadah Kubro ini, kita bersimpuh memohon pertolongan Allah SWT agar Nahdlatul Ulama terus menjadi pilar penjaga agama dan negara yang kokoh," pungkasnya. (Mukrim)