Senin, 23 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Nasib Jemaah Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah, Gus Irfan: Jangan Khawatir, Mitigasi Sudah Siap

Ach. Mukrim - Monday, 23 March 2026 | 03:23 AM

Background
Nasib Jemaah Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah, Gus Irfan: Jangan Khawatir, Mitigasi Sudah Siap
Menteri Haji dan Umroh (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf dan Ketua PCNU Kabupaten Sampang, KH M Itqon Bushiri. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia (RI) memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan sesuai jadwal (on schedule) di tengah meningkatnya ketegangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. 


Menteri Haji dan Umroh (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan, hingga saat ini hasil koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi masih menunjukkan status aman. Pemerintah telah menyiapkan serangkaian skenario darurat (contingency plan) untuk menjamin keselamatan jemaah jika situasi geopolitik memburuk.


Menurutnya, faktor keamanan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama sesuai instruksi Presiden. Pemerintah tidak ingin gegabah dalam memberangkatkan ratusan ribu jemaah jika risiko keamanan meningkat.




"Alhamdulillah, persiapan kita sudah hampir 100 persen dan sampai hari ini tidak ada kendala. Tapi kami tetap memegang amanat Presiden agar faktor keamanan dan kenyamanan jemaah menjadi pertimbangan utama. Apapun yang terjadi, keselamatan jemaah adalah prioritas," katanya saat mengunjungi Kabupaten Sampang, Senin (23/3/2026).


Didampingi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, KH. M Itqon Bushiri, kiai yang akrab disapa Gus Irfan itu, mengaku mengevakuasi jemaah dalam jumlah besar bukan perkara mudah. Merujuk pada arahan Presiden, pihaknya diminta untuk sangat berhati-hati sebelum memutuskan pemberangkatan.




"Presiden mengatakan mengevakuasi 200.000 orang itu memang sulit dan berat. Untuk itu, kami diminta memastikan dulu situasinya baik, aman, dan nyaman baru berangkat," tegasnya.


Gus Irfan mengungkapkan, sebagai langkah antisipasi, Kemenhaj telah menyusun berbagai skenario jika konflik terbuka pecah, mulai dari penyesuaian jumlah keberangkatan hingga perubahan rute penerbangan.


"Seandainya terjadi konflik, berbagai kemungkinan sudah kita siapkan. Apakah itu berangkat separuh, melewati penerbangan rute yang berbeda, atau langkah mitigasi jika situasi memburuk saat jemaah sudah berada di sana. Semua sudah kami siapkan," imbuhnya.




Gus Irfan menjelaskan, komunikasi dengan otoritas Arab Saudi masih berlangsung intensif. Hingga saat ini, pihak Saudi menyatakan situasi di wilayah tersebut masih dalam kategori aman untuk pelaksanaan ibadah.


"Sampai saat ini pemerintah Arab Saudi, melalui komunikasi kami dengan Menteri Haji di sana, menyatakan semuanya masih aman," jelasnya.

 



Gus Irfan meminta masyarakat, khususnya calon jemaah haji, untuk tidak panik. Pemerintah berjanji akan terus memberikan pembaruan informasi secara transparan jika terjadi perubahan kebijakan mendadak.


"Kalau ada perubahan-perubahan kita sampaikan ke masyarakat, tidak usah khawatir. Sampai hari ini persiapan masih lancar," pungkasnya. (Mukrim)