Kamis, 23 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

MUI Sampang 2025-2030 Resmi Dikukuhkan, Diharapkan Jadi Penjaga Arah Keagamaan Umat

Ach. Mukrim - Thursday, 23 April 2026 | 03:51 AM

Background
MUI Sampang 2025-2030 Resmi Dikukuhkan, Diharapkan Jadi Penjaga Arah Keagamaan Umat
Ketua Umum MUI Sampang, KH. M. Itqan Bushiri saat menerima SK dari Ketua MUI Jatim. (Mukrim/Salsa/)

salsabilafm.com - Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang masa khidmat 2025–2030 resmi dikukuhkan, Kamis (23/4/2026). Bertempat di Pendopo Trunojoyo pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar pada 13 Desember 2025.


Prosesi baiat pengukuhan dipimpin oleh Ketua MUI Jawa Timur, KH. A. Jazuli Nur. Acara tersebut dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah Kabupaten Sampang.


Ketua Umum MUI Kabupaten Sampang, KH. M. Itqan Busiri menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbentuknya kepengurusan baru, khususnya kepada Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Sampang yang dikomandoi langsung oleh Bupati Sampang, Slamet Junaidi.




Menurutnya, amanah yang diemban pengurus MUI ke depan tidaklah ringan. MUI harus mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi serta memperkuat kebersamaan dalam mengambil keputusan keagamaan.


"MUI hadir sebagai wadah musyawarah para ulama, bukan untuk berjalan sendiri-sendiri. Dalam menetapkan fatwa atau memberikan pencerahan kepada masyarakat, dibutuhkan kebersamaan dan keterlibatan banyak pihak," katanya.




Dia juga menyoroti pentingnya adaptasi MUI terhadap perkembangan zaman, khususnya di era digital. Dia menyebut generasi muda saat ini lebih dekat dengan teknologi, sehingga pendekatan dakwah pun perlu menyesuaikan.


"Generasi sekarang tidak cukup hanya dengan ceramah. Mereka lebih dekat dengan gawai dan informasi digital. Karena itu, MUI harus mampu hadir melalui media yang relevan, seperti website dan platform digital lainnya," jelasnya.


Kiai Itqon menambahkan, fenomena sosial seperti meningkatnya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri yang harus disikapi secara bijaksana oleh para ulama. Pihaknya berharap seluruh pengurus dapat menjalankan amanah hingga akhir masa khidmah pada 2030 dengan penuh tanggung jawab serta mendapatkan dukungan doa dari masyarakat.




"Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas ini hingga tuntas," ucapnya. 


Sementara itu, Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dikukuhkan. Dia berharap momentum tersebut semakin meneguhkan komitmen dalam menjalankan peran MUI sebagai penjaga arah keagamaan umat sekaligus jembatan antara umat Islam dan negara.




Menurutnya, pergantian kepengurusan merupakan hal yang wajar dan menjadi indikator sehatnya sebuah organisasi melalui proses regenerasi kepemimpinan.


"Selain sebagai pemberi fatwa terhadap berbagai persoalan umat, MUI juga diharapkan menjadi entitas terdepan dalam membimbing umat menjalankan ajaran Islam secara haq dan moderat (wasathiyah), yakni Islam yang mengedepankan perdamaian, kesantunan, toleransi, dan moderasi dalam berdakwah," ungkapnya.


Dia menambahkan, dalam konteks lokal Kabupaten Sampang, MUI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan pertimbangan keagamaan terhadap kebijakan publik, sekaligus menjaga keseimbangan antara nilai-nilai Islam dan pembangunan daerah.




Dengan komposisi kepengurusan yang diisi para alim ulama, Mahfudz optimistis MUI mampu menjalankan fungsi tersebut dengan baik. Dia juga berpesan agar pengurus baru dapat melanjutkan capaian positif yang telah dirintis sebelumnya serta menghadirkan terobosan baru.


"Pertahankan capaian yang sudah baik dan tingkatkan aspek yang masih perlu dibenahi," pungkasnya. (Mukrim)