Kamis, 23 April 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Angin Puting Beliung Muncul di Sekitar Kampus UTM Bangkalan

Redaksi - Thursday, 23 April 2026 | 06:23 AM

Background
Angin Puting Beliung Muncul di Sekitar Kampus UTM Bangkalan
Penampakan angin puting beliung di kawasan Kampus UTM. ( Istimewa/)


salsabilafm.com - Dua hari terakhir, linimasa media sosial diramaikan dengan kehadiran pusaran angin puting beliung di langit Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.


Setelah memutar kencang hingga di permukaan perairan Selat Madura sisi timur Jembatan Suramadu, Rabu (22/4/2026), pusaran angin berbentuk corong spiral kembali menggelayut di atas langit kawasan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Kamis (23/4/2026) siang.  




Pusaran awan kali ini terlihat di atas area kosong atau persawahan, tidak di atas permukaan laut seperti sehari sebelumnya.


Kejadian tersebut tidak hanya menjadi sasaran kamera video ponsel mahasiswa UTM, namun juga warga dari desa tetangga seperti Desa Buluh, Kecamatan Kamal hingga warga di Desa/Kecamatan Socah. 


Hingga pukul 14.28 WIB, awan berwarna hitam pekat masih menyelimuti langit di kawasan sisi selatan Bangkalan.




Hujan dengan intensitas rendah-sedang sesekali datang sesaat kemudian pergi diiringi kemunculan terik panas matahari


Fenomena kemunculan pusaran awan puting beliung, hujan dan terik panas sesaat yang datang silih berganti, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Moch Zainul Qomar, disebabkan terjadinya perbedaan suhu yang signifikan, antara permukaan tanah yang panas dan udara di atasnya.




"Mengutip keterangan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), adanya pergerakan udara naik (updraft) yang kuat memicu terbentuknya pusaran angin akibat tidak stabilnya atmosfer. Saat itulah berkembang awan cumulonimbus yang matang," ungkap Qomar.


Dia menjelaskan, puting beliung adalah angin kencang dan berputar (vortex) dengan kecepatan tinggi yang terjadi dalam waktu singkat, biasanya disertai hujan lebat, petir, dan angin kencang.


"Fenomena ini umumnya berasal dari awan cumulonimbus yaitu awan tebal menjulang tinggi yang sering menimbulkan cuaca ekstrem," jelas Qomar.




Qomar mengimbau masyarakat untuk mengenali tanda-tanda sebelum kedatangan angin puting beliung yang dalam dua hari terakhir muncul di langit Kabupaten Bangkalan. Harapannya, bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkan.


"Beberapa tanda sebelum terjadi puting beliung yakni, udara terasa panas dan gerah pada pagi hingga siang hari, muncul awan gelap tebal atau cumulonimbus, awan bergerak cepat dan membentuk gulungan seperti kapas, dan terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang datang secara tiba-tiba," papar Qomar.




Adapun karakteristik dari angin putin beliung, lanjutnya, biasanya terjadi dalam waktu singkat antara 5 menit hingga 30 menit, bersifat lokal atau cakupan areanya sempit, kecepatan angin dapat merusak bangunan, dan sering terjadi pada waktu siang maupun sore hari. 


"Kami mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari berada di luar rumah saat cuaca ekstrem, jauhi pohon besar, baliho, dan bangunan rapuh. Selain itu, masyarakat bisa memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta tingkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana," pungkasnya. (*)