MUI Jatim: Ulama Jadi Benteng Umat dari Penyimpangan dan Hoaks di Era Digital
Ach. Mukrim - Thursday, 23 April 2026 | 03:59 AM


salsabilafm.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Ainul Yaqin menyatakan MUI merupakan lembaga yang dibentuk oleh umat Islam sebagai wadah musyawarah para ulama, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam urusan keagamaan.
Hal itu disampaikannya dalam acara pengukuhan Pengurus MUI Kabupaten Sampang masa khidmah 2025–2030 di Pendopo Trunojoyo, Kamis (23/4/2026).
Ainul menjelaskan, sebagai "teman pemerintah", MUI memiliki peran untuk memberikan nasihat, khususnya dalam persoalan keagamaan. Dia menyebut fungsi utama MUI mencakup beberapa aspek penting, termasuk menjaga arah kehidupan umat agar tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam.
"MUI ini wadah musyawarah ulama, zuama', dan cendekiawan. Namun, peran utamanya tetap berada di tangan para ulama sebagai pewaris para nabi," katanya.
Menurutnya, ulama memiliki tanggung jawab besar sebagai penerus tugas kenabian, yakni menjadi saksi (syahida) dan pemberi peringatan bagi umat, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Karena itu, ulama dituntut memiliki kepekaan, ketajaman berpikir, serta kebijaksanaan dalam merespons persoalan umat.
Dia juga menyoroti tantangan di era digital yang dinilai semakin kompleks. Menurut Ainul, ulama harus mampu memahami perkembangan teknologi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
"Tantangan era digital itu tidak ringan. Apa yang paling berat, apa solusinya, itu harus dipikirkan oleh para ulama," jelasnya.
Dijelaskan, selain sebagai pemberi peringatan, ulama juga memiliki peran untuk menyebarkan kabar baik (Basyro) dan mengajak masyarakat bertakwa, serta menjadi penerang di tengah kehidupan sosial.
Ainul menambahkan, inti tugas MUI adalah menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar, serta menjaga persatuan umat melalui penguatan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah.
"Peran ulama adalah menjaga umat agar tetap bersatu, baik dalam konteks keislaman maupun kebangsaan," ucapnya.
Dia juga menekankan pentingnya peran MUI dalam membina akhlak masyarakat serta melindungi umat dari berbagai penyimpangan, termasuk maraknya hoaks, fitnah, hingga munculnya aliran sesat.
Menurutnya, fenomena seperti klaim nabi palsu atau ajaran yang menyimpang dari syariat masih ditemukan di tengah masyarakat dan perlu mendapat perhatian serius.
"Itu harus dibentengi. Kita cari solusi, kita panggil, kita ajak dialog. Ulama harus menjadi teladan bagi masyarakat," tegasnya.
"Kami berharap MUI dapat terus menghadirkan program-program yang mampu memperbaiki akhlak umat dan memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Harumkan Sumenep, Gita Nada Idaman Al-Munawarah Raih Juara 2 WBL Marching Competition Season 5
13 hours ago

Balap Liar di JLS Sampang, 36 Sepeda Motor Diamankan Polisi
13 hours ago

Melihat Sampang dari Seberang Jalan: Menggugat Pendidikan dan Ruang Perempuan Lewat Diskusi Literasi
15 hours ago

MUI dan HMI Bangkalan Gelar Bedah Buku Etika Pengolahan Air Limbah
15 hours ago

Penginjak Alquran di Pamekasan Terancam 5 Tahun Penjara
15 hours ago

600 Ton Beras SPHP Diduga Dioplos, Kerugian Negara Capai Rp3,3 Miliar
15 hours ago

Pengurus Ranting dan Lembaga MWC NU Pulau Mandangin 2026-2031 Resmi Dilantik
15 hours ago

Warga Bangkalan Temukan Bayi Perempuan Menangis di Teras Toko
3 days ago

Pura-pura Tanya Alamat, Pria Tak Dikenal di Bangkalan Diduga Lecehkan Siswi
3 days ago

HCML Tuan Rumah GCM ke-336, Perkuat Koordinasi Pasokan Gas Jawa Timur–Jawa Tengah
2 days ago





