Menu MBG di Bulan Puasa Jadi Sorotan, Satgas Sampang: Kita Laporkan ke BGN
Ach. Mukrim - Wednesday, 25 February 2026 | 05:35 AM


salsabilafm.com - Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang selama Ramadan 2026 menuai banyak kritikan dan viral di media sosial. Sebemab, kualitas serta kuantitas menu dianggap tidak layak dan tidak sebanding dengan pagu anggaran.
Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanta, mengatakan, pihaknya telah mencatat seluruh keluhan masyarakat untuk diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, persoalan ini menjadi evaluasi bersama secara nasional.
"Keluhan kita tampung, kita catat, dan dilaporkan ke BGN. Ini bukan hanya di Sampang, tapi se-Indonesia," katanya, Rabu (25/2/2026).
Sudarmanta menjelaskan, meskipun pagu anggaran ditetapkan sebesar Rp15.000 per porsi, masyarakat perlu memahami bahwa nominal tersebut tidak seluruhnya dialokasikan untuk belanja bahan pangan. Menurutnya, terdapat komponen biaya lain yang harus ditanggung dalam satu paket harga tersebut.
Berdasarkan rincian teknis, lanjutnya, alokasi biaya per porsi dibagi menjadi tiga komponen utama. Yaitu, bahan makanan sebesar Rp8.000 - Rp10.000, operasional sebesar Rp3.000 dan sewa sarana Rp2.000.
"Jadi masyarakat perlu memahami bahwa bukan Rp15.000 itu murni untuk makanan saja, ada biaya operasional dan sewa di dalamnya," imbuhnya.
Sudarmanta juga mengharapkan ada peran aktif pihak sekolah sebagai garda terdepan penerima manfaat. Dia meminta Kepala Sekolah, guru dan penerima manfaat tidak segan melaporkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika ditemukan ketidaksesuaian prosedur atau kualitas yang buruk.
Saat ini, terdapat 119 titik dapur SPPG yang tersebar di wilayah Sampang. Sudarmanta menegaskan, dalam nota kesepahaman (MoU) terdapat klausul yang memungkinkan pengalihan penyedia jika pelayanan dianggap tidak memenuhi standar.
"Kepala sekolah harus ikut andil. Penerima manfaat jangan takut untuk melapor agar bisa beralih ke SPPG yang lain. Memang ada kendala terkadang penerima tidak berani melapor, padahal itu ada di dalam MoU-nya," tegasnya.
Untuk memastikan transparansi, pemerintah telah menyediakan kanal pengaduan resmi melalui Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI 127). Masyarakat yang menemukan kejanggalan dalam pendistribusian maupun kualitas makanan dapat melapor langsung melalui layanan WhatsApp di 0811 1000 8008 dan Portal di Website SAGI 127.
"Kami berjanji akan memperketat pengawasan di lapangan guna memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama dalam menjaga kualitas gizi bagi para pelajar di Sampang," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

Temukan Pangkalan Jual Elpiji 3 Kg di Atas HET, Pemkab Sampang Akan Laporkan ke Pertamina
9 hours ago

Disdik Sampang Sebut SDN Pangilen 1 Masuk Daftar 138 Sekolah yang Diusulkan ke Pusat
9 hours ago

Tinjau Sekolah Rakyat, Menteri PU: Bagus Ya Progres di Surabaya
11 hours ago

Apresiasi Buku Miftahur Rozaq, Bawaslu Jatim: Buku Ini Kawinkan 18 Tahun Pengalaman Mahal Penyelenggara Pemilu
a day ago

Meski WFH, ASN Daratan dan Kepulauan di Sumenep Lakukan Kerja Bakti Serentak
a day ago

Tolak Wacana Pemilihan Lewat DPRD, Rektor UTM: Esensi Demokrasi Adalah Kedaulatan Rakyat
a day ago

Terinspirasi dari Literasi Pesantren, Miftahur Rozaq Launching Buku 'Di Balik Layar Demokrasi'
a day ago

Kecelakaan Maut di Camplong Sampang, Seorang Perawat Meninggal Dunia
a day ago

ASN WFH di Pamekasan Wajib On Call, 5 Menit Maksimal Respons Telepon
a day ago

Mobil Avanza di Bangkalan Tercebur ke Sungai
a day ago




