LPG 3 Kg Tembus Rp25.000 dan Langka di Sampang, Warga Minta Pemerintah Tidak Tutup Mata
Ach. Mukrim - Wednesday, 08 April 2026 | 07:24 AM


salsabilafm.com - Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram kian meresahkan warga Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Selain pasokan yang mendadak sulit didapat, harga di tingkat pengecer dilaporkan melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp25.000 per tabung.
Meski pemerintah daerah dan Pertamina mengklaim stok dalam kondisi aman, kenyataan di lapangan menunjukkan barang subsidi tersebut sulit didapat dan harganya melonjak tajam.
Siti Khotimah (42), salah seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Sampang, mengaku frustrasi dengan kondisi ini. Dia menilai ada ketimpangan antara pernyataan pejabat dengan fakta yang dihadapi rakyat kecil.
"Katanya stok aman, tapi barangnya tidak ada. Saya sudah keliling ke lima toko, semuanya kosong. Kalaupun ada di pengecer kecil, harganya sudah tembus Rp25 ribu sampai Rp28 ribu per tabung. Ini sangat memberatkan," katanya.
Dia menegaskan, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap dugaan adanya permainan di tingkat distribusi. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sampang sebelumnya menyebut, ketersediaan LPG 3 kg di wilayahnya secara administratif masih mencukupi kuota. Pemkab berdalih tingginya permintaan masyarakat di bulan April menjadi pemicu utama tersendatnya barang di pasaran.
Namun, warga menilai alasan tersebut klise. Mereka mendesak Dinas Perdagangan dan aparat penegak hukum segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang-gudang agen maupun pangkalan untuk memastikan tidak ada penimbunan.
"Pemerintah harus berani tindak tegas pangkalan atau agen nakal. Jangan sampai kuota untuk warga miskin malah lari ke pihak lain. Kami ini rakyat kecil, kalau gas mahal dan langka, kami mau masak pakai apa?" keluhnya.
"Harapan kami cuma satu yaitu pemerintah harus segera normalisasi stok dan harga. Jangan sampai narasi 'stok aman' di media berbanding terbalik dengan rak kosong di toko-toko," imbuhnya.
Sementara itu, Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri mengklaim, secara administratif distribusi gas melon ke Sampang sebenarnya berjalan normal tanpa ada pemangkasan kuota. Kelangkaan yang terjadi saat ini murni dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat yang sangat signifikan selama bulan April 2026.
"Berdasarkan pemantauan kami, kondisi ini terjadi bukan karena kendala stok dari Pertamina, melainkan akibat peningkatan konsumsi masyarakat yang luar biasa," katanya.
"Ketersediaan energi di Sampang sama sekali tidak terganggu oleh isu geopolitik global. Kami anjurkan warga untuk membeli langsung di pangkalan resmi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 dengan menunjukkan KTP guna memastikan subsidi tepat sasaran," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

20 Finalis Duta Genre Sampang 2026 Ikuti Karantina
15 hours ago

PC Fatayat NU Sampang 2025-2030 Resmi Dilantik, Komitmen Berkhidmat dan Berdampak Nyata
16 hours ago

KPAI: Budaya Tutup Mulut Jadi Penghambat Pengungkapan Kasus Kekerasan Seksual di Sampang
19 hours ago

Kerap Terima Keluhan Masyarakat, Begini Penjelasan PLN ULP Sampang
19 hours ago

Kementerian HAM Kecam Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam hingga Tewas di Bali
19 hours ago

Sejarah NU bagian Integral Sejarah Nasional, Ini Penjelasan Ketua Lesbumi PWNU Jatim
2 days ago

4 Pekerja Migran Asal Bangkalan Dideportasi dari Malaysia
2 days ago

Febrie Adriansyah Tak Kenakan Rompi Tahanan, Kejagung: Mohon Maaf Karena Buru-buru
2 days ago

Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumahnya, Febrie Adriansyah: Nanti Minta Penyidik Jawab
2 days ago

Pernikahan Dini di Sampang Masih Terjadi, PA Terima 15 Permohonan Dispensasi Nikah
2 days ago





