Sabtu, 23 Mei 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Ekspedisi Pembukaan Jalur Pendakian Gunung Carenge dan Panorama Indah, Potensi Wisata Baru di Bondowoso

Redaksi - Saturday, 23 May 2026 | 08:55 AM

Background
Ekspedisi Pembukaan Jalur Pendakian Gunung Carenge dan Panorama Indah, Potensi Wisata Baru di Bondowoso
Gunung Carenge. (Achonk Zaien untuk salsabilafm/)

salsabilafm.com - Gunung Carenge yang berada di Dusun Lerpenang, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, Bondowoso, mulai dilirik sebagai destinasi pendakian sekaligus potensi wisata alam baru di kawasan Kaldera Purba Ijen. Gunung dengan ketinggian 1.978 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dikenal memiliki bentang alam eksotis dengan deretan puncak meruncing menyerupai taring.


Selama ini Gunung Carenge lebih dikenal sebagai latar keindahan Taman Galuh yang populer dengan taman bunganya. Namun bagi para pendaki, panorama tersebut menghadirkan rasa penasaran untuk menjelajahi puncak-puncaknya secara langsung.


Keinginan itulah yang mendorong tim ekspedisi 30 Days Fifty Summits, yakni Achonk Zaien dan Hasan Al Maliki, memasukkan Gunung Carenge dalam daftar pendakian mereka dari 50 gunung di Pulau Jawa. Berbeda dari pendakian biasa, mereka memilih melakukan pembukaan jalur baru dengan metode tek-tok atau naik turun dalam satu hari, mengingat gunung tersebut sebelumnya belum menjadi jalur pendakian komersial.




Melihat besarnya potensi alam yang dimiliki Dusun Lerpenang, tim ekspedisi kemudian berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat mengenai peluang pengembangan desa wisata berbasis alam dan pendakian.


Selain membahas kondisi desa, mereka juga menyoroti keberadaan masjid yang menjadi simbol religius masyarakat Lerpenang dan selama ini dirawat secara swadaya oleh warga.




Dari pertemuan tersebut muncul gagasan untuk membantu mewujudkan cita-cita masyarakat menjadikan Lerpenang sebagai desa wisata demi meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendukung keberlangsungan fasilitas umum dan tempat ibadah.


Delapan bulan setelah pendakian awal, tim Fifty Summits kembali menggelar ekspedisi pembukaan jalur pendakian Gunung Carenge dan Gunung Panorama Indah via Dusun Lerpenang pada 15 Mei 2026.


Kegiatan itu melibatkan sejumlah komunitas pendaki, di antaranya KPGM Madura (Komunitas Pendaki Gunung Madura), PANJAT (Pendaki Jawa Timur), FORMALITAS JATIM (Forum Bersama Lintas Komunitas), serta warga lokal.




Sebelum pembukaan jalur dilakukan, Achonk Zaien dan Hasan Al Maliki bersama warga setempat, Anang dan Sofyan, terlebih dahulu melakukan observasi lokasi selama tujuh hari. Jalur awal yang direncanakan dinilai terlalu sulit ditembus karena dipenuhi ilalang setinggi dua meter.


Akhirnya tim memutuskan membuka jalur baru melalui punggungan di bawah Puncak Djibrils.




Perjalanan pembukaan jalur tidak mudah. Tim harus menerobos ilalang lebat dan tajam yang menyebabkan tangan terluka akibat gesekan rumput liar. Hasan Al Maliki bahkan mengalami luka sayatan kecil hingga mengeluarkan darah tanpa disadari.


Pada hari pertama, tim berhasil mencapai pohon tunggal yang kini dijadikan Pos 1. Setelah salat Jumat, perjalanan dilanjutkan hingga area Camp 1 Ilung Ilalang.

Hasan Al Maliki yang bertugas mencari lokasi perkemahan sempat mendahului rombongan hingga mencapai Puncak Djibrils. Namun karena tidak menemukan area datar yang memadai, tim akhirnya membuka area camp di bawah beberapa pohon cemara.




Memasuki hari kedua, hujan yang turun semalaman membuat jalur semakin licin dan berkabut. Meski begitu, semangat tim tidak surut.


Tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama membuka jalur menuju Gunung Carenge bersama pendaki senior Kapten Gendeng Prasojo, sedangkan kelompok kedua menuju Puncak Panorama Indah.


Tim kedua yang terdiri dari Achonk Zaien, Hasan Al Maliki dan anggota lainnya berhasil mencapai puncak tertinggi Panorama Indah sebelum melanjutkan perjalanan menyusul tim pertama.




Dalam perjalanan, kabut tebal sempat menghambat pandangan dan memicu perbedaan pendapat terkait jalur yang harus ditempuh. Setelah melakukan pengecekan arah menggunakan peta dan kompas, tim menyadari bahwa Jabal Uhud merupakan puncak terakhir dari rangkaian Panorama Indah.


Tim kemudian memutuskan turun menuju lembah yang diberi nama "Lembah Kenangan", yang selanjutnya dijadikan Camp Area II sebelum summit attack menuju puncak Carenge.




Lembah tersebut disebut memiliki panorama indah dengan sumber mata air alami yang sangat jernih dan segar. Lokasinya juga langsung menghadap Gunung Carenge sehingga dinilai sangat potensial menjadi area perkemahan favorit pendaki.


Dari Lembah Kenangan, perjalanan menuju Pos 3 dan Puncak Carenge diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan jalur yang cukup terjal dan menguras tenaga.


Sesampainya di Puncak Carenge, pendaki akan disuguhkan panorama pegunungan Kaldera Purba Ijen yang membentang luas. Dari titik tertinggi itu terlihat sejumlah gunung lain seperti Gunung Pawenan, Ijen, Papak, Rante, Curah Panai, Pendil, Raung hingga Gunung Suket.




Hamparan perbukitan hijau, jurang-jurang curam, serta kemungkinan munculnya lautan awan menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.


Tim ekspedisi berharap pembukaan jalur ini dapat menjadi awal berkembangnya wisata pendakian berbasis masyarakat di Dusun Lerpenang, sekaligus mendorong pelestarian alam dan peningkatan ekonomi warga sekitar. (*)