LPG 3 Kg Langka, DPRD Sampang Duga Ada Oknum Distributor Timbun Stok
Ach. Mukrim - Wednesday, 08 April 2026 | 07:26 AM


salsabilafm.com - Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram di Kabupaten Sampang kian mencekik warga. Tak hanya sulit didapat, harga si "melon" kini meroket hingga Rp25.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Mahfud mengungkapkan, kelangkaan itu bisa terjadi karena beberapa sebab. Diantaranya, ada keterlambatan pengiriman dan peningkatan konsumsi publik.
"Dua faktor itu, yang paling memungkinkan menyebabkan kelangkaan dan harganya naik," katanya, Rabu (8/4/2026).
Selain itu, Mahfud juga menduga ada praktik nakal pengusaha yang sengaja menimbun stok demi meraup keuntungan pribadi. Ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi geopolitik global, termasuk eskalasi perang di Timur Tengah, sebagai tameng untuk memanipulasi pasar.
Dia menuding sejumlah distributor atau agen sengaja menahan barang hingga menciptakan kelangkaan semu agar harga bisa dikerek jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Ada yang sengaja memanfaatkan situasi global dan meningkatnya eskalasi perang di Timur Tengah, sehingga beberapa distributor atau agen menahan barang. Akibatnya barang langka dan harga dinaikkan sampai melampaui HET," ucapnya.
Mahfud menilai tindakan tersebut sebagai perilaku pengusaha yang tidak terpuji karena langsung menghantam daya beli masyarakat kecil yang tidak memiliki pilihan lain. Karena itu, dia mendesak Pemda bersama aparat penegak hukum untuk tidak berpangku tangan. Mahfud meminta adanya langkah preventif dan penindakan tegas di lapangan untuk memutus rantai spekulasi tersebut.
"Dalam hal ini, pemerintah dan aparat harus bertindak tegas dan harus mencegah ini terjadi demi menjaga stabilitas daya beli masyarakat," ucapnya.
Dia juga berharap Pemkab Sampang membentuk Satgas lintas sektoral yang melibatkan aparat penegak hukum. Menurutnya, keberadaan Satgas sangat krusial untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang-gudang distributor dan pangkalan guna memastikan tidak ada penyimpangan distribusi.
"Pemerintah dan aparat harus bertindak tegas. Kami mendesak pembentukan Satgas untuk mencegah permainan harga ini terus terjadi. Langkah nyata harus diambil sekarang juga demi menjaga stabilitas daya beli masyarakat," pungkasnya. (Mukrim)
Next News

REHAB 3.0, Permudah Peserta Lunasi Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan
6 hours ago

Tak Hadir Panggilan Pertama, Istri Kapus Robatal Terancam Dijemput Paksa
6 hours ago

Mobil Honda Terbakar di Bangkalan, Diduga Akibat Korsleting
6 hours ago

PMI Asal Bangkalan Meninggal di Malaysia karena Sakit
6 hours ago

Kunjungan Pelajar ke Museum Mandhilaras Pamekasan Meningkat
6 hours ago

Matjari Meninggal Dunia, Humas Rutan Sampang: Sebelumnya Memang Mengeluh Dadanya Sakit
6 hours ago

Truk Sirtu Tanpa Terpal Resahkan Pengendara, Satlantas Sampang Lakukan Penindakan
a day ago

Warga Sumenep Kekurangan Air Bersih, Pemprov Jatim Identifikasi Pembangunan Sumur Bor
a day ago

DWP BAPENDA Sumenep Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis
a day ago

Pemerintah Siapkan Skema Pembayaran Gaji PNS Lewat KDMP
a day ago





