LPG 3 Kg Langka di Sampang, Pemkab Sebut Peningkatan Konsumsi Masyarakat Jadi Penyebab
Ach. Mukrim - Monday, 06 April 2026 | 07:25 AM


salsabilafm.com - Sejumlah warga di Kabupaten Sampang mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi ukuran 3 kilogram dalam beberapa beberapa hari terakhir. Kosongnya stok di tingkat pengecer memaksa masyarakat harus berburu hingga ke desa tetangga demi mendapatkan tabung melon tersebut.
Moh Rohan, salah seorang warga Desa Tanggumong, Kecamatan/Kabupaten Sampang mengungkapkan, beberapa hari terakhir, stok Elpiji 3 kg di tingkat pengecer sering kosong. Kalaupun ada, warga harus berebut atau mencari hingga ke desa tetangga.
"Sangat sulit cari gas sekarang. Saya sudah keliling ke beberapa toko di desa, tapi semuanya bilang stok kosong. Ini sangat menyulitkan kami untuk urusan dapur sehari-hari," keluhnya, Senin (6/4/2026).
Tak hanya langka, Rohan juga menyoroti harga jual yang mulai tidak wajar di tingkat pengecer. Dia mengaku harus merogoh kocek lebih dalam karena harga per tabung melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Harganya juga jadi mahal sekali karena barangnya susah. Kami berharap pemerintah daerah atau pihak terkait segera turun tangan melakukan sidak atau menambah pasokan, supaya masyarakat kecil tidak semakin terbebani," tambahnya.
Menanggapi itu, Analis Kebijakan Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang, Abdi Barri, menegaskan, kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat dikeluhkan masyarakat tidak berkaitan dengan stok maupun distribusi dari pihak Pertamina.
Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara) kuota LPG untuk Kabupaten Sampang yang telah ditetapkan sejak awal tahun tidak mengalami pengurangan.
Selain itu, proses distribusi dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) ke agen hingga ke pangkalan juga dipastikan berjalan lancar tanpa kendala.
"Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan hambatan distribusi. Stok juga tetap sesuai dengan kuota yang telah ditentukan," ujar Barri.
Dia menjelaskan, kelangkaan yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor peningkatan konsumsi masyarakat. Secara kultural, terdapat empat bulan dalam setahun yang memicu lonjakan kebutuhan LPG di Madura, khususnya Sampang, yakni bulan Ramadan, Syawal, Dzulhijjah (bulan haji), dan Maulid Nabi. Pada periode tersebut, aktivitas masyarakat meningkat, termasuk kegiatan hajatan dan perayaan, sehingga kebutuhan LPG ikut melonjak.
Abdi Barri juga memastikan, isu yang mengaitkan kelangkaan LPG dan BBM dengan konflik di Timur Tengah adalah tidak benar atau hoaks. Dia menegaskan bahwa tidak ada pembatasan kuota maupun gangguan distribusi akibat faktor tersebut.
"Harga LPG 3 kilogram tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp18.000 di pangkalan, dan tidak ada perubahan sejak tahun 2025," jelasnya.
Barri juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG langsung di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET. Pangkalan resmi umumnya memiliki papan nama dan menerima pasokan langsung dari agen.
Apabila ditemukan pangkalan yang menjual di atas harga yang ditetapkan, masyarakat diminta segera melapor melalui call center Pertamina di 135 atau kepada pemerintah daerah setempat.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik atau melakukan penimbunan. Dia memastikan kuota LPG dan BBM bersubsidi di Kabupaten Sampang dalam kondisi aman.
"Kami berharap masyarakat tidak terprovokasi isu yang tidak benar. Distribusi aman, stok tersedia, dan tidak perlu melakukan pembelian berlebihan," pungkas Barri. (Mukrim)
Next News

Dukung PP Tunas, Kadisdik Sampang Tegaskan Siswa Tidak Boleh Bawa HP ke Sekolah
13 hours ago

Sampang Jadi Lokasi Percontohan ILP, Kader Posyandu Siap Dampingi Masyarakat
13 hours ago

Harga Thinwall di Sumenep Naik 100 Persen, Diduga Imbas Konflik Timur Tengah
13 hours ago

Pemotor Tewas Kecelakaan di Batuan Sumenep, Polisi Selidiki Identitas Korban
13 hours ago

Dampak El Nino, BMKG Sebut Kemarau di Bangkalan dan Sampang Lebih Kering
13 hours ago

Pikap Muatan Lele Tabrak Truk di Bangkalan, 1 Tewas 4 Luka-luka
13 hours ago

Pengunjung Sampang Waterpark Keluhkan Air Kolam Berwarna Hijau
14 hours ago

Harga Plastik Global Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Tekan Biaya Hidup di Indonesia
19 hours ago

Gus Ipul Gandeng Kiai NU Madura, Jadi 'Mata dan Telinga' Distribusi Bansos
a day ago

Kios Pasar Kwanyar Terbakar, Pemkab Bangkalan Evaluasi Ketersediaan Kontainer Sampah
a day ago




