Lewati Jembatan Tanpa Pembatas, 2 Kepsek di Bangkalan Jatuh ke Sungai hingga Patah Tulang
Redaksi - Wednesday, 03 December 2025 | 12:23 AM


salsabilafm.com – Dua kepala sekolah di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur harus dilarikan ke rumah sakit usai terjun ke sungai saat melintas di jembatan Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, Bangkalan, Selasa (2/12/2025). Diduga, keduanya terjatuh akibat jembatan itu tak memiliki dinding pembatas.
Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Kokop, Fuad mengatakan, dua korban tersebut yakni Kepala Sekolah SDN Tlokoh 1, Rita Sugiharto dan Kepala Sekolah SDN Bandang Laok 1, Yuda Indramana.
"Dua kepala sekolah itu berboncengan, Kebetulan keduanya suami istri. Jadi Pak Rita dan Bu Yuda itu hendak pergi ke SDN Tkokoh 2 untuk menghadiri undangan kegiatan rutinan K3S," ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Kronologi bermula saat keduanya berboncengan sedang melewati jembatan tersebut. Tanpa diduga jalanan licin hingga mengakibatkan motor yang dikemudikan Rita oleng. Karena jembatan tidak memiliki pembatas, korban langsung terjun ke sungai yang ada di bawah jembatan.
Akibatnya, Yuda mengalami bocor di kepala sedangkan istrinya mengalami patah tulang tangan. "Dua korban sempat dirawat di rumah sakit, namun saat ini sudah masa pemulihan dan rawat jalan di rumahnya," imbuhnya.
Adanya kerusakan pembatas jembatan tersebut membuat Sat Brimob Polda Jatim menurunkan dua pleton personil untuk melakukan perbaikan dinding pembatas jembatan. Sebab, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan akan memakan korban lagi.
Dansat Brimob Polda Jatim, Kombes Pol Suryo Sudarmadi mengaku sangat prihatin atas peristiwa yang dialami dua tenaga pendidik tersebut. "Kami bergerak bersama dua pleton anggota untuk memperbaiki pembatas jembatan itu sehingga ke depannya lebih safety dan layak digunakan," ujarnya.
Jembatan tersebut merupakan akses penting antar desa dan kabupaten. Jembatan Mor Leke itu menghubungkan Desa Manokan dan Desa Durjan, Kecamatan Kokop sekaligus menjadi penghubung menuju Desa Olor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. "Ini akses penting bagi masyarakat sekitar, para tenaga pendidik, siswa dan lainnya sehingga adanya pembatas jembatan ini juga penting agar lebih aman saat melintas," ungkapnya.
Pengerjaan perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga 4 hari ke depan. Perbaikan ini juga dibantu masyarakat sekitar dan kepala desa setempat.
"Masyarakat cukup antusias membantu juga. Besar harapan kami untuk progres jangka panjang adanya peran aktif dari stakeholder terkait bisa saling mendukung khususnya dalam hal pembangunan jembatan itu," pungkasnya. (*)
Next News

2 Penganiaya Guru Tugas di Sampang Divonis 5 Tahun Penjara
16 hours ago

Jelang Iduladha, Jalan Raya Blega Bangkalan Macet Imbas Pasar Hewan
17 hours ago

Harga Cabai dan Bawang Merah di Sampang Naik Jelang Lebaran Kurban
17 hours ago

Paus 4 Meter Terdampar di Pantai Sumenep, Nelayan Evakuasi ke Tengah Laut
17 hours ago

Wabup Sampang Ajak Pelajar Tolak Narkoba: Kita Harus Berani Katakan Tidak
17 hours ago

Karapan Sapi 2026 Kembali Digelar di Sampang, Anggaran Hanya Rp75 Juta
17 hours ago

Ketum MUI Sampang Ajak Masyarakat Menghormati Perbedaan Pendapat Ulama tentang Hukum Rokok
19 hours ago

Ketum MUI Sampang Ingatkan Bahaya Narkoba: Menyakiti Diri Sendiri dan Orang Lain
20 hours ago

Dishub Sampang Optimis Target PAD Parkir Rp3,5 Miliar Tercapai
2 days ago

Rp81 Juta dari DBHCHT Dialokasikan untuk Pelatihan Pupuk Organik di Sampang
2 days ago





