Senin, 2 Februari 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Jaga Surplus Pangan, Pemkab Bangkalan Implementasikan Teknologi Pertanian

Redaksi - Monday, 26 January 2026 | 08:04 AM

Background
 Jaga Surplus Pangan, Pemkab Bangkalan Implementasikan Teknologi Pertanian
Petani sedang mengoperasikan combine harvester saat memanen padi. ( Istimewa/)

salsabilafm.com  - Untuk menjaga tren surplus pangan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) terus mengawal implementasi teknologi dan inovasi pertanian. Tujuannya untuk wujudkan kedaulatan pangan. 


Plt Kadis PPKP Bangkalan, CHK Karyadinata, menegaskan, mekanisasi pertanian menjadi instrumen vital untuk mempercepat proses produksi dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja 


"Kami kawal penggunaan teknologi dalam pertanian, hand tractor sudah optimal, alat panen combine harvester juga sudah digunakan di lahan dataran rendah, dan alat tanam rice transplanter ini baru dipakai di 5 kecamatan. Kecepatan alat ini dapat memotong tunda tanam akibat kesulitan tenaga manusia, sehingga tanam lebih cepat, bisa tanam hingga dua kali setahun, masa panen raya sebentar lagi akan kita hitung betul berapa capaian per hektar yang menggunakan teknologi sehingga bisa tergambar jelas hasilnya bila menggunakan teknologi," paparnya, Senin (26/1/2026).


Meskipun modernisasi alat olah lahan dan panen sudah mapan, diakui bahwa penggunaan mesin tanam alat tanam padi atau rice transplanter  masih menghadapi tantangan adaptasi di kalangan petani. Di beberapa wilayah seperti Socah, Burneh, Arosbaya, dan Tragah, alat ini sudah mulai banyak digunakan, meski sebagian petani masih merasa asing dengan mekanisme kerjanya.


"Salah satu alasan petani masih enggan adalah kebiasaan. Jika menanam manual biasanya berjalan mundur, mesin rice transplanter ini justru bergerak maju. Ini hanya masalah adaptasi terhadap inovasi, Penggunaan mesin ini menjadi krusial untuk memaksimalkan masa tanam menjadi dua kali setahun, sehingga dapat menjaga surplus berkelanjutan," pungkasnya. (*)