Senin, 2 Maret 2026
Salsabila FM
Lintas Berita

Hilang Saat Menjaring Ikan, Nelayan Bangkalan Ditemukan Tewas di Pesisir Sampang

Ach. Mukrim - Sunday, 01 March 2026 | 08:43 AM

Background
 Hilang Saat Menjaring Ikan, Nelayan Bangkalan Ditemukan Tewas di Pesisir Sampang
Petugas saat mengevakuasi korban (Mukrim/Salsa/)


salsabilafm.com - Seorang nelayan asal Bangkalan yang dilaporkan hilang sejak Jumat (27/2/2026) lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pesisir pantai Dusun Dung Gadung, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Minggu (1/3/2026) pagi. 


Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengonfirmasi, jasad korban ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh warga yang hendak melaut. Korban diidentifikasi bernama Andi Yuswandi (38), warga Dusun Pesisir, Desa Sepuluh, Kecamatan Sepuluh, Bangkalan. 


"Iya betul penemuan itu, kami sudah kerahkan anggota ke TKP," katanya.


Dia menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika Andi berangkat melaut seorang diri untuk menjaring ikan pada Jumat (27/2/2026) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB. Namun, hingga Sabtu (28/2/2026) pagi, korban tak kunjung kembali ke rumah, yang kemudian memicu kekhawatiran pihak keluarga.


Laporan kehilangan tersebut langsung direspons oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas (Pos SAR Sumenep), BPBD Bangkalan, Satpolairud, serta relawan PMII Bangkalan. 


"Pencarian dilakukan di sepanjang perairan Bangkalan hingga Sabtu sore pukul 15.00 WIB, namun belum membuahkan hasil," jelasnya.


Kemudian, lanjutnya, jasad korban baru ditemukan pada Minggu (1/3/2026) oleh dua warga setempat, Afdan Amirul Abror (17) dan Rivandi (18). Saat itu, keduanya sedang menuju pantai untuk mengambil jaring.


"Saksi menemukan sesosok mayat dalam posisi telentang dan sudah kaku di pinggir pantai. Mereka kemudian melapor kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Banyuates," lanjutnya.


Dia mengungkapkan, saat dievakuasi, kondisi fisik korban sudah mulai melepuh dan membiru dengan aroma yang menyengat akibat terendam air laut selama beberapa hari. Berdasarkan analisis kepolisian, korban diduga kuat terjatuh dari perahu dan tidak dapat berenang hingga terseret arus laut sejauh belasan kilometer dari lokasi awal


Dia juga mengaku, petugas kepolisian sempat bersiaga untuk membawa jenazah ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, pihak keluarga meminta agar korban langsung dipulangkan ke rumah duka. Keluarga korban telah menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi dan menyatakan bahwa kejadian ini murni merupakan musibah.


"Pihak keluarga tidak melakukan tuntutan kepada siapapun. Jenazah langsung dipulangkan ke Desa Sepuluh untuk proses pemakaman," pungkasnya. (Mukrim)