Harga Plastik Naik, Penjual Minuman di Bangkalan Terpaksa Naikkan Harga
Redaksi - Tuesday, 07 April 2026 | 10:32 AM


salsabilafm.com - Naiknya harga plastik saat ini membuat penjual minuman di Bangkalan, terpaksa menaikkan harga barang dagangannya.
Yuliana Putri, penjual es teh di Jalan RE Martadinata, mengaku terpaksa menaikkan harga jual es tehnya ke pelanggan. Sebab, harga beli gelas plastik yang dipakai untuk membungkus es tehnya telah naik di pasar.
"Awalnya tiap cup kecil saya jual Rp3 ribu, sekarang naik Rp4 ribu. Untuk cup besar juga sama, yang awalnya Rp5 ribu naik jadi Rp6 ribu," ucapnya, Senin (6/4/2026).
Meski harga plastik mengalami kenaikan, Yuliana memilih tetap menggunakan gelas yang sama. Sebab, ukuran gelas tebal dan tidak mudah penyok.
Sementara, Aminah, penjual minuman di Jalan Soekarno-Hatta, mengaku memilih tak membeli gelas untuk menyajikan minuman pada pelanggan. Dia memilih menggunakan gelas kaca yang ada di rumahnya.
"Harganya naik sampai Rp4 ribu. Daripada beli gelas lebih baik saya pakai gelas lain karena pelanggan saya biasanya minum di tempat," ungkapnya.
"Kalau ada yang mau bungkus, nanti tinggal nambah seribu untuk cup-nya," sambungnya.
Hal senada disampaikan Nur Aida, penjual plastik di Kelurahan Mlajah. Dia mengatakan, kenaikan harga tidak hanya terjadi untuk gelas plastik saja. Namun juga untuk plastik kiloan hingga kantong kresek pembungkus.
"Selain itu juga plastik boks atau thinwall," ucapnya.
Kenaikan harga plastik juga cukup beragam. Untuk satu bendel plastik kresek isi 50 buah yang semula seharga Rp8.000 kini naik menjadi Rp11 ribu.
Sedangkan harga plastik kiloan, yang semula Rp5.000 naik menjadi Rp8.000. Lalu untuk harga gelas plastik isi 50 buah yang semula seharga Rp8.000 kini naik menjadi Rp12.000. Sedangkan thinwall isi 25 buah yang semula seharga Rp22.000 kini naik menjadi Rp 31.500.
"Untuk thinwall yang agak besar ada yang naik menjadi Rp32.500, tergantung ukuran. Tapi yang pasti semuanya naik," tuturnya.
Aida mengaku, kenaikan harga membuat sebagian pelanggannya urung membeli. Namun demikian, bagi pelanggan tetapnya mau tidak mau tetap membeli meski mahal.
"Saya biasanya kasih tau dulu kalau harganya naik supaya mereka tidak kaget. Kan kasian nanti kadung pilih ternyata harganya naik," pungkas Aida. (*)
Next News

Ampas Demo PT Garam, Jalur Nasional Macet
8 hours ago

Warga Ancam Lapor Polisi Jika Masalah Air PDAM Sampang Tak Kunjung Tuntas
10 hours ago

Sidak Desa Baruh, DPRD Sampang Temukan Water Meter Bermasalah hingga Air Tak Mengalir
14 hours ago

42 Pelajar Terpilih Jadi Paskibraka Sampang 2026, 2 Anggota Wakili Jawa Timur
14 hours ago

Satpol PP Sampang Tertibkan Reklame Tak Berizin, Dorong Peningkatan PAD
14 hours ago

Bantah Pembangunan KDKMP Tak Libatkan Warga Lokal, Dandim 0828: Pekerjanya Tukang Sampang
14 hours ago

Rumput Lapangan SKEP Bangkalan Terbakar, Ini Penyebabnya
14 hours ago

Diduga Akibat Tersinggung, Pemilik Bengkel di Bangkalan Ditusuk Pemulung
15 hours ago

Ayah Tewas Dimassa, Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali Nangis Histeris
8 hours ago

Ketua PCNU Sampang Tekankan Fatayat NU Perkuat Kaderisasi dan Jaga Nilai Aswaja
8 hours ago





