Gus Ipul Gandeng Kiai NU Madura, Jadi 'Mata dan Telinga' Distribusi Bansos
Ach. Mukrim - Sunday, 05 April 2026 | 09:28 AM


salsabilafm.com - Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Saifullah Yusuf, atau dipanggil Gus Ipul, merangkul kekuatan struktural Nahdlatul Ulama (NU) di Pulau Madura sebagai mitra strategis untuk memperkuat akurasi distribusi program Bantuan Sosial (Bansos).
Langkah ini diambil guna memastikan efektivitas penyaluran bantuan agar tepat sasaran hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat melakukan kunjungan kerja ke kediaman Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sampang, KH Syafiuddin Abdul Wahid, di Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal, Minggu (5/4/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, KH Moh Itqon Bushiri beserta pengurus PCNU dari empat kabupaten di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep).
Gus Ipul menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama. Dia menyebut pemerintah tidak bisa bekerja dalam ruang hampa dan mengakui adanya keterbatasan negara dalam menjangkau realitas sosial di tingkat akar rumput.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh mata dan telinga para kiai agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Tanpa itu, program bisa meleset dari tujuan," tegasnya.
Menurut dia, keterlibatan aktif para kiai dan struktur NU adalah kunci untuk menembus batasan tersebut. Pihaknya memproyeksikan peran NU ke depan tidak lagi sekadar menjadi kekuatan moral (moral force), melainkan mitra strategis dalam kontrol sosial yang konkret di lapangan.
Dia menilai jaringan struktural NU yang mengakar hingga tingkat basis "grassroots" memiliki peran krusial dalam proses verifikasi dan validasi data kemiskinan. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalisir risiko salah sasaran dalam distribusi Bansos.
Kata Gus Ipul, Pulau Madura dipilih menjadi salah satu wilayah fokus penguatan koordinasi karena dinamika sosial dan geografisnya yang unik. Pendekatan personal melalui tokoh agama dan struktural organisasi lokal dianggap sebagai cara paling efektif untuk memastikan program pemerintah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Kami merangkul kekuatan struktural NU di Madura sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini bertujuan guna memperkuat akurasi dan efektivitas distribusi program bansos," tambahnya.
Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sampang, KH Syafiuddin Abdul Wahid, menyambut positif inisiatif Mensos Gus Ipul. Dia menilai keberanian Mensos untuk turun langsung menyerap dinamika riil di masyarakat Madura merupakan langkah yang tepat.
Kiai Syafi' menegaskan, kolaborasi antara ulama dan umara (pemerintah) saat ini bukan lagi sekadar jargon politik, melainkan kebutuhan mendesak. Hal ini diperlukan agar program pemerintah tidak hanya berhenti sebagai rencana di atas kertas.
"Kami siap mengawal, selama orientasinya jelas: kemaslahatan umat. Sinergi ini harus dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya sekadar laporan administratif," ucap Kiai Syafi'. (Mukrim)
Next News

Kios Pasar Kwanyar Terbakar, Pemkab Bangkalan Evaluasi Ketersediaan Kontainer Sampah
8 hours ago

Hendak ke Kondangan, Mobil Pikap Bawa Emak-Emak Terjun ke Jurang
8 hours ago

BGN Hentikan Sementara Operasional 2 SPPG di Sampang, SLHS dan IPAL Jadi Penyebab
9 hours ago

Tabrakan Truk vs Motor di Sampang, Seorang Pemotor Tewas di Tempat
7 hours ago

17 Pokdakan di Sampang Akan Terima Bantuan, Total Anggaran Rp228 Juta
a day ago

Dishub Sampang Kucurkan Rp154 Juta untuk Stiker Parkir Berlangganan
a day ago

Tips mengelola keuangan rumah tangga sederhana
a day ago

Geger Penemuan Bayi dalam Kardus di Pasar Blega Bangkalan, Polisi Buru Pelaku
2 days ago

Bocah 5 Tahun di Pamekasan Tewas Diserang Monyet
2 days ago

Todongkan Senpi ke Pemotor, Pria di Bangkalan Diringkus Polisi
2 days ago




